Berita

Juribicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

800 RS Sudah Beroperasi Tangani Covid-19, Daya Tampungnya Capai 4.000 Orang

RABU, 15 APRIL 2020 | 20:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Setidaknya 800 rumah sakit khusus penanganan pasien corona sudah disediakan pemerintah sepanjang penanganan Covid-19 selama sebulan lebih.

Juribicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, ratusan RS itu tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

"Sudah lebih dari 800 rumah sakit, baik milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, milik BUMN, milik TNI-Polri, milik swasta yang telah melaksanakan layanan perawatan penderita Covid-19," tutur Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (15/4).


Seluruh RS yang beroperasi itu dipastikan bisa digunakan untuk 4 ribu pasien Covid-19. Selain itu, ada pula RS Darurat yang disediakan pemerintah pusat, seperti RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta yang siap menampung 2 ribu pasien. Sementara untuk RSD Pulau Galang, Batam mampu menampung pasien sebanyak 400 orang.

"Oleh karena itu, kita juga sudah siapkan beberapa tempat untuk melaksanakan kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh gugus tugas daerah. Ini bentuk kesungguhan kita di dalam menangani Covid-19 ini," kata Achmad Yurianto.

Lebih lanjut, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini memastikan, ratusan RS ini sudah dilengkapi sarana prasarana medis yang diperlukan.

"Yang memang sudah didesain sejak awal lengkap. Bukan hanya memiliki ruang isolasi tekanan negatif, tetapi juga disiapkan ventilator, dan bisa kita fokuskan untuk memberikan layanan kepada pasien yang dalam kondisi sedang berat agar bisa mendapatkan layanan yang adikuat, agar bisa mendapatkan layanan yang terbaik," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya