Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Rencana Luhut Binsar Pandjaitan Tarik Turis Asing, INDEF: Itu Hanya Mimpi!

RABU, 15 APRIL 2020 | 18:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dianggap hanya bermimpi dapat mengundang turis asing di saat dunia internasional meragukan penanganan pemerintah Indonesia menghadapi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira yang merasa aneh dengan statemen LBP akan mengundang besar-besaran bagi turis asing seperti China, Korea Selatan dan Jepang yang telah pulih dari krisis Covid-19 untuk meningkatkan pendapatan negara di sektor pariwisata.

"Sebaiknya pejabat negara saat ini fokus dulu untuk penanganan Covid-19, kalau krisis Covid-19 selesai secara otomatis kan turis akan masuk ke Indonesia. Gak perlu disuruh juga masuk," ucap Bhima Yudhistira kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).


Pasalnya, kata Bhima, undangan LBP kepada turis asing dengan cara memberikan insentif akan sia-sia lantaran dunia internasional meragukan dengan pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19.

"Ini masalahnya kan penanganan Covid-19 Indonesia diragukan oleh pihak internasional. Rasio alat tes Covid-19nya saja cuma 36 per 1 juta penduduk, Indonesia menurut worldometer hanya ditempatkan setara negara terbelakang seperti Ethiopia, Nepal dan Bangladesh. Kalau penanganan Covid-19nya saja belum bener, kok ini sudah mimpi mau tarik wisatawan, masih jauh ya," jelas Bhima.

Sehingga, kata dia, turis asing pun juga akan takut datang ke Indonesia lantaran kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat dan penanganan pemerintah Indonesia yang buruk.

"Iya turis asing yang akan masuk ke Indonesia itu hanya mimpi. Mereka juga pasti takut datang ke Indonesia," pungkas Bhima.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya