Berita

Surat dari Andi Taufan Garuda Putra/Net

Politik

Stafsus Jokowi Harus Buka Suara, Apa Isi Surat 001 Dan 002

RABU, 15 APRIL 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Surat dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra menguak sejumlah tabir. Salah satunya mengenai perilaku maladministrasi yang seperti dibiarkan di lingkaran istana.

Senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata mengurai bahwa maladministrasi itu berkaitan dengan surat yang dikirim langsung Andi Taufan ke camat.

Idealnya, jika memang PT Amartha Mikro Fintek yang tercantum di surat tersebut benar-benar ingin membantu penanganan penyebaran Covid-19, seharusnya yang mengirim surat pemberitahuan kepada camat adalah instansi pemerintah, seperti Kemendes, PDT, Kemenkes, dan lainnya.


"Isi surat itu memuat soal teknis dan pihak yang dilibatkan. Terlepas, bahwa pihak yang dilibatkan itu adalah perusahaan milik seorang staf khusus presiden," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).

Selain itu, ada juga tabir yang perlu dibuka mengenai penggunaan surat berkop Sekretariat Kabinet. Kop tersebut seperti disalahgunakan lantaran ada keterkaitan antara Andi Taufan dengan Amartha yang tidak lain adalah perusahaannya.

“Ini conflict of interest,” kata Dian.

Menurutnya, ada satu pertanyaan yang perlu dijawab secara terang benderang oleh staf khusus presiden mengenai nomor surat berkop Setkab itu. Surat Andi Taufan tertera bernomor 003. Artinya, ada dua surat setipe lagi yang telah dikeluarkan.

Staf khusus Jokowi, katanya, harus berani buka suara tentang siapa yang menggunakan surat itu, apa isinya, dan ke mana tujuannya.

"Surat yang beredar itu bernomor 003. Pertanyaan publik, ada surat bernomor 002 dan 001. Apakah isi surat-surat itu? Apakah memiliki potensi yang sama? Staf khusus presiden harus berani membuka hal tersebut," tegas Dian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya