Berita

Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/Net

Politik

Sindir Ucapan Luhut, Jansen Sitindaon: Sensasional, Inilah Wajah Pemerintah Kita

RABU, 15 APRIL 2020 | 14:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan kontroversial Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut angka kematian penderita virus corona (Covid-19) di Indonesia masih tergolong sedikit karena belum sampai 500 korban jiwa, terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyesalkan ucapan seorang Luhut Binsar Panjaitan yang berkata demikian. Sebab, hal itu akan melukai hati nurani manusia terutama keluarga dan kerabat yang ditinggalkan korban.

"Selalu sensasional. Pengamat saja yang bebas ngomong apapun tak tega bicara begini, karena kaitannya dengan nyawa dan perasaan keluarga yang ditinggalkan," kata Jansen Sitindaon dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Rabu (15/4).


"Belum lagi tenaga medis yang meninggal dll. Tapi kita mau ngomong apalagi? Inilah keadaan pemerintah kita hari ini," sambungnya.

Menurut Jansen, pemerintah seharusnya melindungi rakyatnya dan paling tidak menunjukkan sikap empati karena banyak warganya yang mencapai ratusan meninggal dunia akibat keganasan virus mematikan asal Kota Wuhan, China itu.

Dia mencontohkan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In yang merasa terpukul saat ada satu orang warganya dari tim medis meninggal dunia. Sialnya, pemerintah Indonesia, kata Jansen, justru bersikap sebaliknya.

"Saya masih ingat ketika pertama kalinya tenaga medis di Korsel meninggal, Presiden Moon Jae-In sangat terpukul. Ini bukan bicara angka. Empati! Kalau bicara angka malah jumlahnya baru 1 dokter," tuturnya.

"Empati inilah kadang yang menunjukkan kita sayang pada seseorang. Termasuk pada rakyat kita," pungkas Jansen Sitindaon.

Luhut Binsar Panjaitan mengaku heran bahwa angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air terbilang sedikit dan tidak sampai 500-an dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta. Hal itu berbeda dengan negara-negara lain yang jumlah kematian sangat banyak.

"Buat saya juga jadi tanda tanya sih, kenapa jumlah meninggal sampai hari ini, maaf sekali lagi, itu kita angkanya enggak sampai 500 padahal penduduk kita ini kan 270 juta, infected 4.000-an lebih katakan kali sepuluh 50.000,” kata Luhut saat konferensi pers secara virtual, Selasa (14/4) kemarin. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya