Berita

Bendera HMI/Net

Politik

HMI: Jangan-jangan Stafsus Diangkat Cuma Buat Isi Kekosongan Kursi Di Istana

RABU, 15 APRIL 2020 | 12:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tindakan yang dilakukan Andi Taufan Garuda Putra menjadi pertanyaan publik soal tugas pokok Staf Khusus (Stafsus) Presiden yang sebenarnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat Utara, Fadli Rumakefing menjadi salah satu yang terheran-heran. Sebab surat tersebut muncul di saat pemerintah dan masyarakat sedang bahu membahu membasmi Covid-19.

“Publik dikagetkan dengan adanya surat yang bernomor 003/S-SKP/ATGP/IV/2020 yang dikeluarkan oleh Staf Khusus Presiden ditujukan kepada para camat-camat di Indonesia," ucap Fadli Rumakefing kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/4).


Isi surat meminta camat seluruh wilayah di Indonesia agar mendukung relawan dari PT Amartha Mikro Fintek yang merupakan perusahaan milik Andi Taufan Garuda Putra, dalam giat membasmi Covid-19.

Peristiwa ini, sambungnya, membuat dirinya bertanya tentang tugas pokok dari Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo yang sebenarnya. Pertanyaan itu muncul lantaran dia heran garis birokrasi setingkat camat disurati langsung oleh seorang yang dekat dengan presiden.

"Jangan-jangan Staf Khusus Milenial Presiden tidak punya tugas pokok, mereka hanya diangkat untuk mengisi kekosongan kursi di dalam istana, bukan untuk membantu Presiden Joko Widodo membangun negara," katanya.

Fadli berharap agar Ombudsman RI untuk segera menindaklanjuti surat tersebut lantaran ada dugaan penyalahgunaan wewenang yang harus disikapi dengan serius.

"Perbuatan ini sudah merupakan tindakan maladministrasi. Biar perlu buatkan forum, training kan mereka tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan benar," pungkas Fadli.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya