Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Mempersulit Kemanusiaan

RABU, 15 APRIL 2020 | 07:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA para dokter dan perawat siap mengorbankan jiwa raga di gugus terdepan pertempuran global melawan virus corona, kantor berita Inggris The Morning Star Online memberitakan:  

Serangan

Amerika Serikat menekan negara-negara sekutunya agar menolak bantuan tenaga, obat dan peralatan medis Kuba untuk menanggulangi penyakit saluran pernafasan akibat angkara murka virus corona.


Kuba mengirimkan bantuan tim dokter dan obat ke negara-negara yang sedang menderita akibat dilanda Corona, termasuk China, Venezuela dan Italia.

Kuba juga memberikan suplai Interferon Alfa 2-B yang telah terbukti berhasil menyembuhkan lebih dari 1.500 pasien terjangkit virus corona sehingga terpilih sebagai satu di antara 30 obat anti penyakit saluran pernafasan oleh Komisi Kesehatan Nasional China.

Tuduhan

Pemerintah Amerika Serikat menuduh tujuan Kuba bukan kemanusiaan demi menyelamatkan umat manusia dari angkara murka Covid-19, namun semata bisnis untuk memperoleh bayaran dari para negara penerima bantuan untuk membayar gaji para dokter dan tenaga medis Kuba yang diutus ke negara-negara yang membutuhkan bantuan.

Kedutaan Amerika Serikat di Havana menuduh Kuba sengaja menyandera gaji para dokter dan perawat yang dipaksa berangkat menunaikan tugas kemanusiaan ke berbagai pelosok planet bumi. Agar bayaran gaji diambil-alih oleh negara penerima bantuan tim kesehatan Kuba.

Embargo

Di samping Kuba, kepemerintahan Trump juga garang menyerang China yang mengikuti jejak Kuba mengirimkan bantuan medis ke Italia dan Serbia yang sedang menderita akibat wabah virus corona.

Terberitakan bahwa PBB sempat resmi minta Amerika Serikat  memperlunak politik embargo terhadap Iran, Korea Utara, Venezuela dan Kuba di masa pagebluk corona melanda dunia.

Amerika Serikat memperlunak embargo terhadap Iran, Korut dan Venezuela, namun malah memperketat embargo terhadap Kuba. Bahkan kepemerintahan Donald Trump melarang ekspor ventilator ke Kuba demi menghambat upaya kemanusiaan Kuba membantu masyarakat dunia menanggulangi corona.

Memprihatinkan bagaimana Amerika Serikat yang sedemikian besar tega mempersulit Kuba yang sedemikian kecil dalam upaya membantu umat manusia menyelamatkan diri dari angkara murka pageblug Covid-19.

Pembunuhan Karakter

Tidak diketahui sejauh mana kebenaran pemberitaan The Morning Star Online. Tidak mustahil berita tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap Donald Trump agar tidak terpilih kembali pada pilpres Amerika Serikat mendatang.

Namun apabila berita memang benar, maka dapat disimpulkan bahwa Trump memang meletakkan kepentingan politik kekuasaan jauh di atas nurani kemanusiaan. Alih-alih memberikan bantuan, Amerika Serikat malah melakukan pembunuhan karakter negara yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara yang membutuhkan bantuan untuk melawan angkara murka corona.

Memang lazim penganut mashab kapitalisme menganggap kemanusiaan sebagai omong-kosong yang justru menghambat derap laju kemajuan pembangunan. Terlepas hoax atau bukan, pemberitaan mempersulit kemanusiaan tersebut juga membuktikan bahwa pembunuhan karakter setara buruknya dengan pembunuhan ragawi.

Apapun alasannya, pembunuhan tidak layak dibenarkan. Peradaban yang beradab wajib senantiasa bahkan niscaya meletakkan kemanusiaan di atas segala-galanya apalagi sekedar politik kekuasaan. Karena Kemanusiaan adalah Mahkota Peradaban.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya