Berita

Jokowi masih belum konsisten dalam menerapkan kebijakan/Net

Politik

Pengamat: Jokowi Jangan Plintat-plintut Buat Kebijakan

SELASA, 14 APRIL 2020 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Joko Widodo dinilai tidak konsisten dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Pasalnya, Jokowi masih tetap memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik alias pulang kampung. Padahal, potensi penyebaran akan makin besar ketika ada ribuan warga yang mudik ke kampung masing-masing.

"Jika boleh ya boleh. Jika tidak ya tidak. Buat kebijakan jangan plintat-plintut," ucap pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/4).


Ujang pun menyoroti soal tumpang tindihnya Peraturan Kementerian Perhubungan (Permenhub) dan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) terkait boleh tidaknya ojek online mengangkut penumpang di wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Ujang, Pemerintah Pusat seharusnya kompak dalam memerangi wabah virus corona. Hal itu agar PSBB yang sedang diterapkan bisa berjalan efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Jadi jangan membuat kebijakan yang bertabrakan," tegas Ujang.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya