Berita

Benny Gantz dan Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Corona Berhasil Persatukan Netanyahu Dan Gantz, Pemerintahan Darurat Nasional Segera Terbentuk

SELASA, 14 APRIL 2020 | 10:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan rivalnya, Benny Gantz sudah hampir mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan darurat nasional guna memerangi wabah virus corona dan mengakhiri kebuntuan politik.

Pada Senin malam (13/4), Netanyahu dan Gantz dilaporkan melakukan pertemuan sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan perbedaan. Pertemuan tersebut diawasi oleh Presiden Reuven Rivlin.

Keesokannya, kantor presiden mengungkapkan keduanya sudah sangat dekat dengan kesepakatan.


Selama 28 hari, Gantz diberikan mandat oleh Rivlin untuk mengumpulkan koalisi setelah pemilihan umum yang juga berakhir buntu pada bulan lalu. Tengat waktu tersebut berakhir pada Senin malam, namun diperpanjang oleh Rivlin selama dua hari.

Usai bertemu, Netanyahu dan Gantz membuat pernyataan bersama yang mengatakan mereka telah membuat kemajuan yang signifikan di mana keduanya akan bertemu lagi dengan tim negosiasi pada pagi ini.

"Netanyahu, ini adalah momen kebenaran kami. Ini adalah pemerintahan darurat nasional atau, Tuhan melarang adanya pemilihan keempat yang akan mahal di tengah krisis ini," kata Gantz pada Senin malam seperti dimuat Reuters.

Israel sendiri sudah melakukan tiga kali pemilihan ulang yang semuanya berakhir buntu. Pemilihan pertama dilakukan pada April 2019, lalu September 2019, dan Maret 2020.

Dalam pemilihan tersebut, tidak ada yang bisa memenangkan suara mayoritas ataupun berhasil membentuk pemerintahan dalam 14 hari.

Gantz mengatakan dahsyatnya keadaan darurat virus corona telah menyebabkan dia melanggar janji kampanye untuk tidak duduk dalam pemerintahan dengan Netanyahu, yang telah didakwa dengan tuduhan korupsi.

Israel sendiri saat ini sudah memberlakukan larangan perjalanan antar kota untuk membendung penyebaran virus. Di mana berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Israel memiliki jumalh infeksi sebanyak 11.586 kasus dengan 116 orang meninggal dunia.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya