Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Warga Bantu Warga

SENIN, 13 APRIL 2020 | 07:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MUNGKIN tidak banyak yang tahu bahwa di tengah suasana dirundung awan gelap akibat pagebluk Covid-19, secara sepi ing pamrih rame ing gawe pada hari Kamis, 9 April 2020 telah terjadi suatu peristiwa kerakyatan sekaligus kemanusiaan mengharukan lubuk sanubari mereka yang masih mampu merasa terharu.

Gerakan Warga Bantu Warga yang diprakarasi “Rumah Solidaritas Kemanusiaan Warga Jakarta” dengan modal dana nihil, namun semangat kemanusiaan berlimpah, menyerahkan sumbangsih 4 gentong alias ember jumbo tempat cuci tangan dan 200 masker warga Kampung Sumur  RT 07/ RW 10, Klender, Jakarta Timur.

Hasil Bumi



Pada hari yang sama perwakilan Serikat Petani Pasundan bekerja sama dengan Konsorsium Pembaruan Agraria juga jauh-jauh datang ke Jakarta bukan untuk mencari nafkah namun demi memberikan sumbangsih bantuan hasil bumi kepada warga Kampung Sumur.

Sumbangsih para petani Pasundan terdiri dari 50 paket buah-buahan, wortel, kol/kobis, kentang, labu siam; 3 karung singkong premium; 3 karung pisang; 3 karung beras yang diterima dengan penuh rasa  terima kasih oleh warga Kampung Sumur yang memang sedang sangat membutuhkan bahan pangan pada masa pageblukCovid-19.

Kemanusiaan


Mengharukan, warga tidak kaya harta benda membantu sesama warga tidak kaya harta benda di masa malapetaka wabah penyakit menular  melumpuhkan kehidupan ekonomi bangsa Indonesia. Terutama yang paling menderita akibat pagebluk corona justru kaum papa dan miskin.

Dalam nilai rupiah yang lestari merosot, bisa saja segenap sumbangsih itu dianggap tidak berarti. Namun dalam nilai kemanusiaan, jelas bahwa segenap sumbangsih itu sangat berarti bagi pihak yang menerima. Bagi yang memberi juga berarti sebagai rasa bahagia telah memberi sumbangsih kemanusiaan bagi sesama manusia yang membutuhkan.

Saya tidak yakin bahwa para warga “Rumah Solidaritas Kemanusiaan Warga Jakarta” dan Serikat Petani Pasundan hafal Pancasila baik di dalam apalagi di luar kepala. Juga tidak ada di antara para beliau menepuk dada sendiri sambil sesumbar “Aku Pancasila!”.

Namun secara NOTAO (No Talk, Action Only), para beliau nyata membuktikan diri mampu mengejawantahkan Pancasila menjadi kenyataan sikap dan perilaku sesuai makna adiluhur terkandung di dalam sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab!

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembalajaran Kemanusiaan

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya