Berita

Save Children Indonesia/Net

Nusantara

Lindungi Hak Anak Saat Covid-19, Save Children Indonesia Buat Video Aspirasi Anak-anak

SABTU, 11 APRIL 2020 | 11:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Salah satu civil society yang concern menangani persoalan anak, Save Children Indonesia, mengkampanyekan perlindungan terhadap anak-anak di tengah wabah virus corona baru (Covid-19).

Ketua Gugus Kerja Kampanye dan Media Save The Children Indonesia, Victor Rembeth mengatakan, ada 4 hak anak yang harus dipenuhi orang tua, guru, dan bahkan negara dalam situasi bencana wabah ini.

Hal ini disampaikan Victor Rembeth saat jumpa pers, di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (11/4).


"Yaitu kita inginkan anak-anak tumbuh dengan sehat, kita juga pengen sekali merindukan ada anak-anak itu belajar dengan baik dan berkualitas, anak-anak juga bisa terlindungi dari kekerasan, baik dalam krisis maupun bencana. Dan yang sudah pasti kita ingin anak-anak mempunyai hak partisipasi," ujarnya.

Sebagai masa depan bangsa, anak-anak kata Victor mesti mendapatkan hak partisipasi dalam hal penanganan Covid-19 ini. Sebab katanya, salah satu hak pada anak ini mampu mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah.

"Partisipasi anak ini melibatkan semua anak tidak terkecuali. Dan dalam situasi Covid-19 ini kami ingin sekali anak-anak diberikan partisipasi untuk bicara," ungkap Victor Rembeth.

Lebih lanjut, Save Children membuatkan sebuah video yang berisikan komentar anak-anak Indonesia dari sejumlah daerah, terkait Covid-19. Berikut ini isinya:

Anak 1: Kadang kelas itu bisa dimana-mana, jadi diluar jadwal yang sebenarnya.

Anak 2: Sebenarnya kan pendidikan itu enggak melulu mengerjakan soal-soal yang ada di KKS. Seharusnya siswa dan guru saling berinteraksi satu sama lainkan?

Anak 3: Selain itu, karena kita diamnya di rumah, jadi yang kita mainin itu ya media sosial. Di dalam media sosial ini banyak hoax yang beredar, yang membuat kita stress berada di rumah.

Anak 4: Saya kalau batuk dikit khawatir. Terus kalau keluar pakai masker kaya diliatin orang gitu, kaya gaya apa gitu. Terus kaya dicemooh orang. Padahal kan buat ngelindungin diri gitu. Makanya membuat Sulawesi Selatan mencekam.

Anak 5: Untuk pemerintah, kami berharap ada kampanye-kampanye yang dilakukan untuk mensosilisasikan tentang Covid-19 ini, terutama kepada masyarakat yang paling susah mendapatkan akses informasi dari televisi, radio maupun handphone.

Anak 6: Untuk Bapak/Ibu Guru, terima kasih sudah mengajar kami, memberi tugas supaya kami tidak keluar rumah. Tapi kalau boleh, kami juga ingin Bapak dan Ibu berinteraksi dengan kami.

Anak 7: Menanyakan kabar kami seperti apa, apakah kita sehat atau tidak, supaya kita bisa siap lagi menghadapi Covid-19 ini.

Anak 8: Untuk masyarakat, Om, Tante, Paman, Bibi, Kakak, Adik, tetap tenang. Jangan sebarkan berita hoax.

Abak 9: Jika kita membaca berita yang aneh, cukup lah berhenti di kita, jangan disebarkan lagi.

Anak 10: Aku mau tetep di rumah aja. Patuhi anjuran pemerintah. Jangan lula cuci tangan pakai sabun, stop hoax dan peduli sesama.

Anak 11: Kita manfaatkan waktu berkarya di rumah. Kita harus siap, sabar, dan waspada Covid-19. Ingat! Waspada boleh, tapi borong makanan jangan.

"Kesadaran kita harapan semua," ujar 11 anak-anak dalam video tersebut secara bersama.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya