Berita

Meutya Hafid ingatkan wartawan untuk patuhi protokol kesehatan saat meliput/Net

Kesehatan

Sejumlah Wartawan Dikabarkan Positif Covid-19, Komisi I DPR: Tidak Boleh Ada Lagi Jumpa Pers Berkerumun

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengaku risau saat mendapat kabar ada sejumlah wartawan yang positif terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini disampaikan Meutya Hafid usai menemui Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (10/4).

"Poin satu lagi yang kami bahas terkait kerisauan kami menerima informasi bahwa, saya terutama, mendapat informasi ada beberapa wartawan yang memang juga sudah dinyatakan positif Covid," ujar Meutya Hafid.


Atas hal tersebut, politikus Partai Golkar ini mengimbau kepada seluruh wartawan untuk menjaga jarak dalam saat melakukan peliputan.

Meutya Hafid juga menegaskan, pelaksanaan jumpa pers yang belakangan masih dilakukan oleh sejumlah pihak, diminta untuk selalu menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Peran pilar keempat ini menjadi sangat krusial. Dan kami mengimbau, untuk seluruh penyelenggaraan konferensi pers agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah disampaikan dan disepakati," tegas mantan jurnalis ini.

"Tidak boleh lagi ada wartawan berkerumun dan dibiarkan, sehingga dapat menjadi potensi penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya