Berita

Politisi senior Partai Demorkat, Syarief Hasan/Net

Politik

Mata Dunia Fokus Selesaikan Corona, Kok Lucu Kita Malah Bahas RUU Ciptaker

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 09:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan Legislatif DPR RI dalam waktu dekat akan membahas teknis Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang disodorkan pemerintah. Banyak kalangan berpendapat tidak seharusnya pemerintah dan DPR melakukan pembahasan RUU Ciptaker di tengah serangan wabah Covid-19.

Politisi senior Partai Demorkat, Syarief Hasan menilai pemerintah dan DPR seharusnya fokus terhadap penanganan wabah Covid-19, bukan malah membahas hal-hal yang tidak substantif seperti Omnibus Law RUU Ciptaker.

“Prioritas sekarang ini gimana penanganan corona, secara keseluruhan. Ekonomi nanti, dan kemanusiaan yang utama, prioritaskan menangani corona. Itu yang lebih penting,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/4).


Wakil ketua MPR ini meminta agar pemerintah memerhatikan masyarakat kecil yang terkena imbas negatif dari wabah dari Wuhan, China tersebut. Bukan malah memperkeruh suasana dengan melakukan pembahasan RUU Ciptaker.

“Bagaimana mengatasi masalah sosial, kehidupan sehari-hari bagi rakyat yang tidak mampu, pelaku usaha UMKM, masyarakat yang tidak dapat penghasilan, dibandingkan omnibus law,” katanya.

Menurutnya, pembahasan RUU Ciptaker saat ini bukan hal yang utama dan prioritas.

“Yang harus menjadi prioritas adalah masalah corona ini. Mata dunia sekarang fokus dan mementingkan corona dibandingkan ekonomi, kok lucu kita mau membahas ekonomi, tidak seharusnya,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya