Berita

Seorang Dokter memeriksa kondisi pasien dari jarak jauh lewat tayangan video call atau telemedis/Net

Kesehatan

Mantap! Pasien Gejala Ringan Bisa Konsultasi Tanpa Repot Lewat Telemedis

KAMIS, 09 APRIL 2020 | 13:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Tim medis di Moskow menjalani praktek jarak jauh atau telemedis dalam penanganan pasien, termasuk warga yang memiliki gejala ringan untuk kasus virus corona.  

Mereka menggunakan layanan konsultasi via panggilan video (video call).

Warga yang merasa memiliki gangguan dan perlu untuk mengecek kondisinya, bisa menghubungi nomor yang disediakan pemerintah. Nanti petugas akan menyarankan apa saja yang sebaiknya dilakukan sambil memantau pasien dari video tersebut.


Dalam layanan telemedis ini, para dokter akan menangani para pasien  virus Corona yang kondisinya cukup baik untuk menjalani perawatan di rumah.

Para pasien itu akan dipantau dari jarak jauh oleh para tenaga medis, yang juga bertugas mencari tanda-tanda jika kondisi pasien memburuk. Para dokter akan kembali menghubungi para pasiennya secara rutin dan pasien juga bisa menghubungi dokter jika merasa perlu, melansir AFP, Kamis (9/4).

Pusat layanan telemedis dibangun pemerintah Moskow dalam penanganan wabah virus corona. Para dokter duduk di bilik-bilik sambil menatap layar dan memakai headset untuk berinteraksi via panggilan video dengan pasiennya.

"Pusat telemedis diciptakan secara khusus bagi para pasien virus Corona yang kondisinya mengizinkan mereka untuk dipantau di rumah," terang kepala dokter di pusat telemedis, Andrei Tyazhelnikov.

Sebanyak 200 dokter yang dipekerjakan di usat telemedis ini. Tyazhelnikov menyebut sebagian besar merupakan dokter umum, bukan spesialis virus Corona, namun mereka dilatih untuk menggunaka protokoler yang tepat.

Pusat telemedis ini buka 24 jam, dengan para dokter bekerja selama 12 jam setiap shift. Konsultasi via telemedis rata-rata berlangsung selama 15 menit dan sejauh ini sudah lebih dari 7 ribu konsultasi yang dilakukan.

Sampai hari ini, kasus virus corona Rusia melonjak ke angka 8.672. Sebagian besar kasus ada di ibu kota Moskow. Jumlah korban meninggal kini mencapai 63 orang.

Layanan telemedis bukan hal baru. Indonesia sudah mulai menerapkan teknologi ini sejak beberapa tahun lalu

Telemedicine sebelumnya telah dikembangkan di Indonesia sebagai pilot project sejak 2012 dengan jenis layanan teleradiologi saja.

Kementerian Kesehatan RI pada 2016  mengembangkan telemedicine menjadi tiga jenis layanan telemedicine, meliputi teleradiologi, tele-EKG serta tele-USG. Saat ini dikembangkan pula telekonsultasi, yan telah banyak digunakan saat ini.

Inovasi layanan telemedicine itu dikembangkan di dua RS di Jawa Timur. Yaitu RSUD Dr Soetomo sebagai RS pengampu penyelenggara  uji coba program telemedicine yang ditetapkan langsung oleh kementerian kesehatan (kemenkes) sejak 2019.

Sedangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menerapkan telekomunikasi pelayanan informasi medis jarak jauh atau telemedis melalui nomor yang sedang disiapkan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono di Balai Kota Depok, dalam keterangannya kepada media menegaskan pihaknya sedang menyiapkan rencana hadirnya telemedis.

"Nanti nomor yang disiapkan kita fungsikan bagi warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatan mereka, khususnya terkait gejala Corona,” katanya.

Di saat seluruh rumah sakit sudah penuh diharap masyarakat bisa melakukan perawatan secara mandiri dan menghubungi nomor yang sedang disiapkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya