Berita

KNPI/Istimewa

Politik

Prihatin, Ketum KNPI Sarankan Keringanan Biaya Rusun Jakarta Selama Darurat Nasional

RABU, 08 APRIL 2020 | 23:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan di Jakarta harus dibarengi dengan penghapusan biaya sewa rumah susun bagi masyarakat menengah ke bawah.

Hal itu dinilai akan menjadi angin segar di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria di kala penghasilan masyarakat mengalami penurunan.

“Saya kira duet Pak Anies dan Bang Ariza bisa membawa angin segar bagi masyarakat menengah ke bawah, khususnya para penghuni rusun karena mengalami penurunan penghasilan harian jikalau PSBB dijalankan mulai lusa nanti,” ujar Ketua Umum KNPI Haris Pertama di rusun Pinus Elok di Penggilingan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (7/4).


Gagasan Haris terkait peniadaan atau keringanan biaya sewa rusun hingga selesainya wabah Covid-19 ini hadir setelah tiga minggu ini melaksanakan agenda bakti sosial DPP KNPI di wilayah Jabotabek bekerja sama dengan seluruh organisasi kepemudaan (OKP) tingkat nasional dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Jakarta.

“Kemarin saja PSBB belum diberlakukan, semua masyarakat menengah ke bawah mengeluh karena sulit membiayai kehidupannya, apalagi besok kondisi tentu tambah sulit. Berikan peniadaan atau keringanan biaya sewa rusun selama darurat nasional karena wabah corona ini adalah solusi bagi wong cilik,” ujar Haris.

Di sisi lain, ia berharap kebijakan keringanan biaya sewa rusun juga tak hanya diberlakukan di Jakarta, melainkan dijalanakan di provinsi lain.

“Tentu provinsi lain saya harap bisa menerbitkan kebijakan peniadaan pembayaran sewa baik itu rusun berpenghuni atau aset pemda yang digunakan untuk usaha bagi masyarakatnya sampai status darurat nasional dicabut,” pungkas Haris.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya