Berita

Adinda Tenriangke Muchtar/Net

Nusantara

Kesiapan Puskesmas Harus Ditingkatkan Sebagai Garda Terdepan Pananggulangan Covid-19

RABU, 08 APRIL 2020 | 12:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sejak awal kasus Covid-19 merebak di Indonesia pada awal Maret 2020, rumah sakit rujukan dan tenaga kesehatan (nakes) menjadi pihak yang paling diharapkan dalam mengatasi dampak virus yang meningkat secara eksponensial ini.

Masyarakat cenderung berbondong-bondong ke rumah sakit untuk melakukan cek Covid-19. Di sisi lain, peran penting Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang lokasinya terjangkau dengan lingkungan tempat tinggal, belum terlalu mendapatkan perhatian khalayak luas.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Adinda Tenriangke Muchtar mengatakan bahwa peran Puskesmas sebagai FKTP sangat penting dan seharusnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sebagai langkah awal untuk menghadapi Covid-19.


Apalagi, dengan pemberlakuan pembatasan sosial selama ini atau PSBB nantinya, posisi dan peran Puskesmas menjadi sangat krusial, khususnya untuk memberikan informasi dan edukasi publik terkait Covid-19  dan skrining awal terhadap masyarakat sekitar.

"Sebagai FKTP, justru peran Puskesmas harus dioptimalkan untuk ikut membantu mencegah penyebaran Covid-19," sebut Adinda kepada redaksi, Rabu (8/4).

Di sisi lain, Adinda juga menekankan pentingnya kesiapan Puskesmas dalam menjalankan perannya tersebut. Langkah Kementerian Kesehatan untuk menggalakkan pelatihan online untuk Puskesmas dengan penekanan pada prinsip pencegahan dan skrining, serta tindak lanjut setelah hasil diketahui, merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Menurutnya, upaya IDI dan Kemenkes dalam melakukan pelacakan terhadap kesiapan Puskesmas juga sangat tepat, tidak hanya untuk meningkatkan peran penting Puskesmas, namun juga meningkatkan sinergi para pihak di berbagai tingkatan dalam menghadapi Covid 19.

Terkait dengan kesiapan Puskesmas, Adinda mengatakan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan juga perlu memastikan kesiapan sarana dan prasarananya, serta relasi Puskesmas, baik internal maupun eksternal.

Untuk itu, salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Participatory Action Oriented Training (PAOT). Pendekatan atau Pelatihan Berorientasi Tindakan Partisipatif.

PAOT yang awalnya dikembangkan oleh International Labour Organization (ILO) sejak tahun 1976, merupakan metode solutif yang dijalankan dengan beberapa prinsip, yaitu: partisipatif, pintar, murah, sederhana, serta sukarela. Metode yang menekankan pada keikutsertaan para personel dan sumber daya Puskesmas juga membuat pendekatan ini mudah untuk dilakukan.

Pentingnya PAOT sebagai salah satu solusi alternatif untuk mendukung kinerja Puskesmas dan pelayanan kesehatan primer yang paripurna juga merupakan salah satu catatan hasil studi kualitatif TII di Kota Gunungsitoli (Januari-Maret 2020).

Studi yang didukung oleh Kedutaan Besar Selandia Baru tersebut juga mengangkat tentang potensi PAOT sebagai metode alternatif untuk mendukung Puskesmas mencapai akreditasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna.

Peran penting Puskesmas sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19 harus didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana Puskemas. PAOT sebagai pendekatan yang sederhana dapat menjadi cara untuk mengecek dan memastikan kesiapan Puskesmas.

Selain itu, informasi dan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran Puskesmas harus digalakkan secara intensif oleh berbagai pihak, khususnya melalui Dinas Kesehatan maupun lingkungan RT/RW sekitar.

"Lebih jauh, keberhasilan untuk menanggulangi Covid-19 juga membutuhkan kerjasama berbagai pihak, termasuk kesadaran dan kepatuhan setiap individu untuk mencegah penyebaran Covid-19," tutup Adinda.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya