Berita

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Klarifikasi Said Didu Sudah Dibaca Luhut, Jubir: Ini Surat Minta Maaf Atau Apa?

RABU, 08 APRIL 2020 | 11:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perseteruan antara Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu memasuki babak baru.

Setelah menolak minta maaf, Said Didu berkirim surat klarifikasi ke Luhut yang berisi empat poin. Poin pertama meluruskan maksud judul video “Luhut: Uang, Uang, dan Uang di channel YouTube-nya.

Poin kedua berisi penjelasan bahwa pernyataan Luhut hanya memikirkan uang merupakan rangkaian tidak terpisah dari analisa kebijakan pemerintah. Sementara ketiga, meluruskan maksud menyebut sapta marga.


Dan di poin terakhir Said Didu menegaskan bahwa apa yang disampaikan itu bukan kepentingan pribadi, melainkan untuk mengkritik aparatur negara agar dalam mengambil kebijakan bisa selalu fokus pada kepentingan rakyat.

Jurubicara Menko Luhut, Jodi Mahardi menegaskan bahwa surat Said Didu sudah dibaca oleh mantan Wantimpres tersebut.

“Pak Luhut sudah baca. Tapi tidak ada komentar apa-apa,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/4).

Hanya saja, kata Jodi, dirinya dan Luhut bingung dengan maksud dari surat yang dikirim Said Didu. Sebab tidak tegas menyampaikan permintaan maaf dan hanya sebatas klarifikasi.

“Mungkin memang kita "rada-rada dungu" kalau pinjam istilah Pak Said Didu. Nggak paham suratnya itu, apakah minta maaf atau apa,” ujarnya bertanya-tanya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya