Berita

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD/Net

Politik

Bantah Abai Tangani Corona, Mahfud MD: Kami Tidak Main-main, Bisa Dicek Jejak Digital

RABU, 08 APRIL 2020 | 03:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah tidak main-main dalam menangani virus corona baru atau Covid-19 ini. Untuk membuktikannya bisa dicek di jejak digital.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD dalam merespons tudingan kepada pemerintah yang dianggap tidak serius.

"Sebagai buktinya, pada 25 Januari, pemerintah jemput orang ke Wuhan. Pakai pesawat khusus," terang Mahfud di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa, (7/4).


Ia menjabarkan beberapa rekam jejak sikap pemerintah dalam penanganan virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

"Kita jemput, ramai di Natuna, sama orang Natuna ditolak. Itu bulan Januari akhir, jangan dibilang baru bulan Maret. Bulan Januari sudah jemput orang," ujarnya dilansir Kantor Berita RMOLBanten.

Selanjutnya, pada 6 Februari, pemerintah sudah mengumumkan akan membangun rumah sakit khusus penyakit menular. "Kita tidak pernah main-main dengan itu sejak awal," katanya.

Mahfud juga mengakui bahwa pemerintah menganggap virus corona tidak terlalu berat karena ada semacam kesepakatan di antara mereka untuk tidak membuat masyarakat panik. Hal itu kata Mahfud, merujuk pada pernyataan Badan Kesehatan Dunia atau WHO yang menyebut panik membuat hilangnya separuh imunitas masyarakat.

"Yang mati-mati itu yang panik-panik," tegasnya.

Di sisi lain, ia mengakui pemerintah sempat kesulitan dalam hal peralatan penanganan virus corona.

"Sampai hari ini, seluruh dunia rebutan, kita rebutan dengan AS. Rebutan ventilator. Ini bukan gejala Indonesia saja, seluruh dunia. Konon, 80 persen korban meninggal enggak pakai ventilator," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya