Berita

Pengujian Covid-19/Net

Kesehatan

Worldometer: Peringkat Pengujian Covid-19 Indonesia Ke-4 Terburuk Di Dunia

SELASA, 07 APRIL 2020 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia menjadi negara keempat paling buruk untuk tingkat pengujian Covid-19 di antara negara-negara dengan populasi di atas 50 juta jiwa lainnya.

Demikian penelitian yang diungkapkan oleh situs data Worldometer pada Senin (6/4).

Di bawah Indonesia, terdapat Ethiopia, Nigeria, dan Bangladesh yang menjadi negara dengan pengujian Covid-19 paling buruk.


Menurut Worldometer, hanya 36 dari setiap 1 juta orang yang diuji untuk Covid-19 di Indonesia. Sementara di Nigeria 19 orang, Bangladesh 18 orang, dan Ethiopia 16 orang yang diuji untuk setiap satu juta jiwa.

Sebagai perbandingan, Korea Selatan melakukan pengujian terhadap 8.996 orang untuk setiap satu juta jiwa, Singapura 6.666 orang, dan Malaysia 1.605 orang.

Indonesia sendiri saat ini memiliki jumlah infeksi sebanyak 2.491 kasus dengan 209 orang meninggal dunia dan 192 orang dinyatakan telah pulih.

Dimuat The Straits Times, jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto berdalih. Menurutnya, pemerintah tidak melakukan pengujian berdasarkan total populasi, namun hasil tracing kasus positif sebelumnya.

"Kami tidak menguji berdasarkan ukuran populasi, tetapi berdasarkan penelusuran kontak kasus positif serta berdasarkan orang-orang dengan gejala yang memeriksakan diri," ujarnya.

Meski pemerintah sendiri memberlakukan rapid test, namun karena tingkat akurasi dari rapid test cukup rendah maka tidak bisa dimasukkan ke dalam pengujian Covid-19.

Rapid test sendiri dibanyak negara, seperti Korea Selatan, tidak dipergunakan karena tidak cukup efektif.

Dalam rapid test, yang diuji adalah antibodi di mana seseorang yang biasanya telah terinfeksi mengeluarkan antibodi untuk memerangi virus.

Terlebih, tes ini hanya bisa digunakan ketika seseorang telah terinfeksi selama empat hari atau lebih lama. Hal itu yang kemudian membuat deteksi dini semakin lambat yang bisa meningkatkan risiko penyebaran lebih lanjut.
Alih-alih rapid test, banyak negara yang lebih setuju menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) Diagnostic kit.

Sebagai negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara, tentu tingkat pengujian Covid-19 di Indonesia menjadi pertanyaan.

Indonesia sendiri memiliki PDB sebesar 1,1 triliun dolar AS. Sementara Ethiopia, Bangladesh, dan Nigeria jauh di bawahnya dengan masing-masing 81 miliar dolar AS, 250 miliar dolar AS, dan 375 dolar AS.

Selain dalam hal pengujian, kredibilitas data di Indonesia juga dipertanyakan.

Hal ini karena data yang dipublikasi oleh pemerintah pusat nyatanya berbeda dengan yang dipublikasi oleh pemerintah daerah.

Misalnya saja pada 2 April, ketika Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan angka kematian di ibukota mencapai 401 orang. Namun, perhitungan pusat menunjukkan, angka kematian di Jakarta hanya 99 orang.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya