Berita

Jurubicara Menko Luhut, Jodi Mahardi/Net

Politik

Tolak Tanggapi Rilis LP3ES, Jubir Luhut: Tidak Perlu Cari-cari Kesalahan, Mari Gotong Royong

SELASA, 07 APRIL 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Nama Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi yang sering disebut dalam rilis Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerapan Ekonomi dan Sosial (LP3S).

Rilis itu mengenai 37 blunder pernyataan pemerintah dalam menanggapi wabah Covid-19. Blunder pernyataan yang dicatat itu dilakukan oleh presiden, menteri, hingga pejabat terkait lainnya sejak fase awal krisis virus corona pada akhir Januari lalu.

Setidaknya ada tiga blunder Menko Luhut yang disindir. Pertama soal Luhut yang menjawab pertanyaan soal corona dengan tanya balik “Mobil?”.


Kedua soal cuaca Indonesia bisa membuat Covid-19 tidak kuat. Sedang yang ketiga adalah mengenai pernyataan Luhut bahwa mudik dilarang supaya ekonomi tidak mati.

Jurubicara Menko Luhut, Jodi Mahardi enggan menanggapi pernyataan tersebut. Menurutnya, dalam  situasi seperti saat ini, seluruh pihak seharusnya bahu-membahu mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Pesannya kita menjaga persatuan saja di saat-saat seperti ini. Tidak ada satu negarapun dari 207 negara yang terdampak yang bisa dibilang sanggup sepenuhnya menangani pandemik Covid-19,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/4).

Dia meminta semua pihak untuk tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain di tengah pandemik Covid-19. Semua harus bersatu dan beradab saat menyampaikan kritik.

“Tidak perlu mencari kesalahan, mari bersama-sama gotong royong. Kepada para tokoh juga diimbau menyampaikan pandangannya atau kritik secara beretika dan beradab,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya