Berita

Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Dianggap Blunder Soal Tidak Boleh Mudik, Begini Penjelasan Achmad Yurianto

SELASA, 07 APRIL 2020 | 11:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Achmad Yurianto sempat menyebut pemerintah minta warga tidak mudik sebelum wabah Covid-19 mereda.

Pernyataan tersebut dianggap blunder oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang dirilis kemarin.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Achmad Yurianto menjelaskan secara detil duduk permasalahan yang terjadi saat menyebutkan pernyataan tersebut.


"Kita bicara case terakhir ya, pemerintah telah mengimbau, untuk melakukan social distancing, menjaga jarak sosial, kini telah menjadi physical distancing, dengan begitu tidak terlalu banyak kasus baru karena banyak penularan transmision orang ke orang lain," ujar Achmad Yurianto, Selasa (7/4).

Selanjutnya, Achmad Yurianto menjelaskan sebanyak 70 sampai 80 orang diketahui tanpa mengalami gejala Covid-19 yang saat ini disebut OPD. Guna mengantisipasi merebaknya wabah tersebut, Yurianto mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan mudik.

"70 sampai 80 orang itu tanpa gejala. Orang-orang ini ada di mana-mana, nah kita tahu virus ini paling banyak ada di Jakarta, atau kota-kota besar epicentrum kasus terbanyak di kota-kota besar, kalau mereka kemudian melakukan perjalanan jauh ke kota lain, bisa kemungkinan besar positif ke kota itu kalau kemudian di kota itu menjaga tidak bisa jaga jarak," paparnya.

"Mungkin sekali penularan virus ini, itulah yang saya katakan untuk tidak melakukan perjalanan apapun ke manapun dari episentrum. Karena bisa terjadi penularan di kota itu, data ini yang kita baca," tambahnya.

Achmad Yurianto mencontohkan satu kasus di Lamongan yang berujung pada seluruh keluarga orang tersebut terjangkit corona lantaran baru pulang dari Surabaya.

"Salah satu contoh terkonfirmasi positif, dia ada di Kota Lamongan, sumbernya itu orang Lamongan ini dari Surabaya. Kemudian dia pulang ke Lamongan, di rumahnya dia menularkan ke mana-mana. Itulah sebabnya saya katakan bukan jangan berpergian, tapi ini teguran, imbuan pemerintah untuk tetap di rumah saja," tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya