Berita

Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan/Net

Politik

Presiden Pamer Tak Masuk 10 Negara Covid-19, Mantan Anak Buah Jokowi: Hati-hati Kalau Mengklaim Pak...

SELASA, 07 APRIL 2020 | 04:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Joko Widodo diminta berhati-hati dan tak buru-buru klaim dalam menghadapi pandemik virus corona atau Covid-19.

Salah satu statement RI satu yang dikritisi adalah terkait daftar 10 besar negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Dengan tegas, Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia tidak masuk ke dalam daftar 10 besar tersebut.

Ilmuwan dari Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG), Yanuar Nugroho menjelaskan, perbandingan kasus Covid-19 di Indonesia dengan negara yang masuk 10 besar seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, Korea Selatan dan beberapa negara lainnya tak relevan mengingat jumlah masyarakat yang sudah dites di Indonesia masih relatif rendah.


"Sebaiknya kita berhati-hati dengan klaim ini, Pak Jokowi. Karena di Indonesia yang dites amat sedikit," kata Yanuar Nugroho di akun Twitternya, Senin (6/4).

Mantan Deputi II Kantor Staf Presiden era Presiden Joko Widodo ini menjelaskan, saat ini perbandingan warga yang sudah dites hanya sekitar 28 orang per 1 juta penduduk. Jumlah tersebut tentu sangat berbeda jauh dengan beberapa negara yang masuk 10 besar kasus covid-19.

Seperti Jerman, negara yang masuk peringkat dua dalam data ourworldindata.org ini tercatat perbandingan jumlah yang sudah dites mencapai 11.127 ribu per satu juta penduduk. Kemudian Amerika Serikat yang masuk peringkat pertama sudah mengetes 3.824 ribu per satu juta penduduk.

"Jadi mohon perintahkan test yang masif, Pak. Nuwun," tutup anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya