Berita

I Ketut Diarmita/Net

Nusantara

Di Tengah Covid-19, Ekspor Sub Sektor Peternakan Malam Meningkat Tajam

SENIN, 06 APRIL 2020 | 13:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Di tengah merebaknya wabah Covid-19, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya untuk meningkatkan ekspor.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, di Jakarta, Senin (6/4).

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor sub sektor peternakan pada Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp. 1,7 triliun, atau meningkat 30 persen dibandingkan ekspor pada Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp. 1,3 triliun (YoY)," ungkap Ketut lewat keterangan tertulis.


Ketut menjelaskan pada April 2020 ini, terdapat beberapa perusahaan sub sektor peternakan yang telah memastikan akan melaksanakan ekspor ke beberapa negara dengan total nilai Rp. 538,12 miliar.

"Diharapkan nilai ini akan terus meningkat sampai akhir bulan," tambahnya.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang terus berupaya menggenjot aktivitas ekspor.

Pada periode April ini, perusahaan yang telah melaporkan rencana ekspornya antara lain yaitu PT. Sinar Indochem dan PT. Charoen Pokphand Indonesia yang akan ekspor pakan ke Republik Demokratik Timor Leste masing-masing sebanyak 240 ton dan 60 ton dengan total nilai ekspor mencapai Rp. 1,57 miliar.

Selain itu tercatat juga ada PT. Greenfields Indonesia yang akan mengekspor susu dan produk susu olahan ke Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebanyak 417 ton dengan nilai mencapai Rp. 5,67 miliar.

Sementara PT. Japfa Comfeed Indonesia akan mengekspor Hatching Egg ke Myanmar serta Day Old Chicken (DOC) ke RDTL sebanyak masing-masing 625.000 butir dan 18.000 ekor dengan total nilai mencapai Rp. 3 miliar.

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, kita akan terus mendorong dan memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang berencana akan ekspor produk peternakan," ucap Ketut.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani menambahkan bahwa perusahan yang memproduksi Sarang Burung Walet (SBW) yaitu PT. Ori Ginalnest Indonesia juga akan mengekspor SBW ke Amerika Serikat, Cina, dan Australia sebanyak 780 kg dengan nilai sebesar Rp. 24,96 miliar.

Tidak ketinggalan, Fini juga menerangkan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri obat hewan yang akan mengekspor obat hewan jenis vaksin dan biologik sebanyak 343.582.000 dosis, farmasetik dan premix sebanyak 23.922 ton ke negara Cina, Jepang, Australia, dan ke lebih dari 30 negara lainnya.

"Nilai ekspor obat hewan tersebut mencapai nantinya mencapai Rp. 502,66 miliar," ungkapnya.

Fini mengakui bahwa pandemik Covid-19 yang menyebar secara masif di dunia, membuat beberapa negara terdampak mengeluarkan kebijakan pembatasan keluar masuknya barang dan manusia dari/ke negara mereka, bahkan ada yang mengambil kebijakan lockdown, hal ini menurutnya membuat aktivitas perdagangan pun mengalami tekanan.

Namun dengan melihat pencapaian kinerja ekspor sub sektor peternakan pada Januari-Februari 2020, dan rencana ekspor para pelaku usaha pada April ini, dia optimis bahwa ekspor produk sub sektor peternakan dapat bertahan dalam ketidakpastian perekonomian akibat pandemik saat ini.

"Seperti yang terus disampailan Bapak Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, sektor pertanian harus menjadi sektor yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai krisis, tidak hanya fokus dalam peningkatan produksi, tetapi juga berupaya untuk mencari pasar alternatif tujuan ekspor," tutup Fini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya