Berita

Presiden Joko Widodo bersama Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Pengamat: Saling Ralat Komentar Pejabat Adalah Fenomena Khas Pemerintahan Jokowi, Terutama Saat Krisis

SENIN, 06 APRIL 2020 | 05:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tabrakan pandangan dan kebijakan di internal pemerintah pusat belakangan makin terlihat. Mirisnya, mis komunikasi antar kementerian di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo ini justru terlihat jelas saat Indonesia tengah dihadapkan dalam masalah virus corona atau Covid-19.

Menurut pengamat politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara, adanya silang pendapat seperti yang terjadi antara Jubir presiden Fadjroel Rachman dan Mensesneg Pratikno mengenai mudik lebaran hingga rencana pembebasan napi korupsi antara Menkumham, Yasonna Laoly dan pihak KSP tak lepas dari masalah virus corona yang kini menjangkit tanah air.

"Sedari awal konsentrasi pemerintah adalah soal pemindahan ibukota, bukan kesiapan dalam penanganan pandemik covid-19. Pemerintah semula agak menyepelekan soal penyebaran virus corona yang begitu masif, sehingga kewalahan dalam soal logistik pengadaan alat pelindung diri, dan lain-lain," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/4).


"Pemerintah terlihat kewalahan dalam masalah komunikasi kepada publik. Silang pendapat dan saling ralat antara pejabat negara merupakan fenomena khas pemerintahan Jokowi, terutama saat krisis," tegasnya.

Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini berpandangan, munculnya fenomena saling ralat pernyataan seperti yang terjadi antara jubir presiden dan Kemensesneg, serta Kemenkumham dan KSP adalah salah satu wujud semrawutnya komunikasi pemerintah.

"Ini kontraproduktif dan patut disayangkan. Masyarakat yang sudah bingung dengan dampak ekonomi keluarga, semakin bingung di rumah menyaksikan adanya komunikasi pejabat yang tidak sinkron satu sama lain, dan saling meralat. Ironis jika kegaduhan justru bersumber dari pemerintah sendiri," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya