Berita

Foto: Repro

Kesehatan

BNPB Belum Bisa Memberikan Data Lengkap Dan Terbuka Terkait Covid-19, Polisi Dan Tentara Akan Dilibatkan

SENIN, 06 APRIL 2020 | 01:31 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi ujung tombak penanganan penyebaran virus corona baru atau Covid-19, belum bisa memberikan data yang lengkap dan terbuka terkait  jumlah kasus dan korban.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo Soetarno ketika menjawab pertanyaan dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Energy Academy Indonesia (EAI), Minggu malam (5/4).

Menurut Agus Wibowo, keterbatasan itu terjadi karena data yang mereka terima dari Kementerian Kesehatan juga terbatas.


“Feeding data dari Kemenkes terbatas. Jadi kami belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka. Itu memang salah satu kendala yang ada saat ini,” ujar Agus Wibowo.

“Kita telah berusaha, salah satunya dengan Covid itu (Aplikasi Lawan Covid-19). Besok akan ada penandatanganan MoU untuk membuka datanya,” sambung Agus Wibowo.

Juga dikatakannya, pihaknya akan menggerakkan banyak tenaga baik dari BNPB, BNPBD, maupun TNI dan Polri untuk mengisi data.

“Nanti langsung connect ke aplikasi, seluruh Indonesia langsung jadi,” tegasnya.

Diskusi tersebut dimoderatori Muhammad Zaki Almuzaki dari EAI. Sementara pembicara lain adalah Kepala Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Nuning Nuraini, Sekteraris Satgas NU Peduli Covid-19 Surotul Ilmiyah, dan Pendiri Kawal Covid-19 Ainun Najib.

Mengomentari jawaban Agus Wibowo, Pendiri Kawal Covid-19, Ainun Najib, mengingatkan bahwa keterbukaan data penting untuk membangun kepercayaan pada pemerintah.

Ainun juga khawatir, data-data yang tidak sempurna ini akan membuat masyarakat menjadi lengah dan menyangka penyebaran Covid-19 sudah melandai.

Sebelumnya, dalam presentasi Agus mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan tes terhadap 2.000an lebih orang. Dari jumlah itu, per hari Minggu (5/4), sebanyak 2.273 orang dinyatakan terinveksi Covid-19.

Ia membandingkan jumlah ini dengan jumlah tes yang telah dilakukan di Amerika Serikat, sekitar 2,5 juta.

“Ini termasuk masalah yang sedang dibicarakan di Gugus Tugas bagaimana kita bisa mempercepat dan mengadakan alat yang banyak,” ujarnya sambil menambahkan saat ini Indonesia memiliki 14 laboratorium untuk memeriksa hasil tes Covid-19.  

“Kami sedang berusaha agar nanti di setiap provinsi ada tes PCR,” sambungnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya