Berita

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam) Polri, Komjen Agus Andrianto /Net

Presisi

Kabarhakam Polri Minta Masyarakat Bersinergi Bantu Mereka Yang Terdampak Ekonomi

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 13:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masyarakat yang tidak terdampak ekonomi diminta untuk dapat membantu masyarakat lain yang merasakan dampak ekonomi akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Begitu imbauan dari Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam) Polri, Komjen Agus Andrianto melalui pesannya kepada wartawan, Minggu (5/4).

Menurutnya, dalam situasi darurat saat ini semua elemen bangsa harus bersinergi untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi Covid-19.


"Secara ekonomi, ada saudara-saudara kita yang merasakan dampak langsung kehilangan pendapatan seperti buruh, tenaga harian lepas, tukang ojek, sopir dan lain-lain," ujarnya.

Kaopspus Aman Nusa II 2020 ini juga menjelaskan setelah dikeluarkan PP 21/2020 tentang PSBB dan Keppres 11/2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, pemerintah telah menyiapkan social safety net atau jaringan pengaman sosial dengan mendata seluruh masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

"PP 21/2020 dan Kepres 11/2020 ini untuk menjaga keselarasan penanganan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna agar pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 lebih efektif, penetapan PSBB ini juga tidak bisa sembarangan, ada mekanismenya dari ajuan Pemerintah Daerah, rekomendasi BNPB sampai ditetapkan statusnya oleh Kemenkes," jelasnya.

Komjen Agus menambahkan, sesuai imbauan dari Kapolri Idham Azis bahwa jajaran Polri dan masyarakat yang tidak terdampak secara ekonomi untuk bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak ekonomi.

“Saya yakin dan percaya DNA yang diwariskan nenek moyang kita adalah tolong-menolong, mari sama-sama kita bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak, karena setiap daerah berbeda ketahanan ekonominya," terangnya.

Selain itu, Komjen Agus pun meminta agar masyarakat mematuhi imbauan dari pemerintah untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Tetap waspada dan jangan panik karena kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah awal kesembuhan, penguatan imunitas tubuh akan muncul sejalan dengan semangat yang senantiasa menggelora dan melanjutkan hidup," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya