Berita

Henry Kissinger/Net

Dunia

Henry Kissinger: Dunia Tidak Akan Pernah Sama Setelah Virus Corona

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 08:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Diplomat top sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger buka pendapat soal krisis yang tengah di hadapi oleh seluruh dunia akibat pandemik virus corona baru.

Dalam sebuah op-ed yang diterbitkan oleh Wall Street Journal yang dikutip dari Sputnik, Kissinger memuji Gedung Putih karena telah bekerja dengan solid untuk segera menghindari bencana akibat virus corona.

Namun, ia mencatat pemerintah AS harus bekerja secara efisien untuk menghentikan ancaman virus, karena ketika pandemik berakhir, banyak negara yang akan dianggap telah gagal.


"Apakah penilaian ini secara objektif adil, menjadi tidak relevan. Kenyataannya adalah dunia tidak akan pernah sama setelah virus corona," tulisnya.

Selain harus segera mencari vaksin untuk virus corona, Kissinger juga menyerukan agar AS membantu membangun kembali perekonomian global guna melindungi tatanan dunia liberal.

"Kita perlu mengembangkan teknik dan teknologi baru untuk pengendalian infeksi dan vaksin untuk populasi besar. Kota, negara bagian, dan daerah harus secara konsisten mempersiapkan diri melindungi orang-orang mereka dari pandemik," ungkapnya.

Sebuah program khusus untuk menyembuhkan luka ekonomi global harus dilaksanakan, katanya.

Prinsip-prinsip tatanan dunia liberal perlu dilindungi. Pemerintah harus memberikan keamanan, ketertiban, kesejahteraan ekonomi, dan keadilan, lanjutnya.

"Pandemik telah mendorong anakronisme," ujar Kissinger.

"Demokrasi dunia perlu mempertahankan dan menjaga nilai-nilai penting mereka. Kemunduran global dari penyeimbangan kekuatan dengan legitimasi menyebabkan kontrak sosial hancur, baik di dalam negeri maupun internasional," imbuhnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya