Berita

Erni Aqilah/Net

Nusantara

Kisah Erni Aqilah Jadi Bukti Pemerintah Masih Setengah Hati Tangani Covid-19

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 07:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dinilai setengah hati menangani pandemik virus corona atau Covid-19 lantaran fasilitas kesehatan di rumah sakit tak sesuai yang diucapkan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, beberapa insiden keluhan pasien yang tengah diisolasi di rumah sakit jadi bukti apa yang dikatakan Jokowi tidak nyata di lapangan.

"Pangkal polemik penanganan wabah ini karena pemerintah setengah hati berupaya, sehingga fasilitas kesehatan yang semula dikatakan siap oleh presiden lebih banyak yang tidak terbukti," ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/4).


Insiden yang masih baru terjadi ialah adanya keluhan yang disampaikan oleh seorang wanita bernama Erni Aqilah yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Sidempuan.

Erni Aqilah menyebut pelayanan di RSUD Padang Sidempuan tak manusiawi lantaran keadaannya yang tengah mengalami sesak pernafasan harus memakan nasi yang keras. Bahkan, ia meminta air minum pun baru tiba dua jam kemudian.

Keluhan yang diunggah di akun Facebook-nya itu akhirnya didengar oleh anggota Komisi IX DPR Dapil Sumut II, Saleh Partaonan Daulay yang langsung berkoordinasi dengan pihak terkait hingga akhirnya Erni Aqilah dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Kota Medan.

Namun, Erni Aqilah dinyatakan meninggal dunia setelah menerima penanganan dan dirawat di RS Adam Malik Kota Medan.

"Kenyataan ini seharusnya cukup keras menyadarkan Presiden, bahwa pembayar pajak tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara. Jika Presiden miliki sense yang baik, ia akan menyerahkan tanggung jawab negara pada tokoh bangsa yang lebih baik," tegas Dedi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya