Berita

Dus cairan Prodestan yang digunakan di bilik disinfektan Bandara Juanda Surabaya/Dok Alvin Lie

Kesehatan

Guru Besar Farmasi: Cairan Prodestan Tidak Untuk Disemprotkan Kepada Manusia

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 01:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penggunaan cairan Prodestan seperti yang digunakan di bilik disinfektan di Bandara Internasional Juanda di Surabaya tidak dianjurkan untuk disemprotkan ke manusia.  

Hal ini seperti disampaikan Guru Besar Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Mangestuti Agil Apt MS, saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (4/4).

Menurut Mangestuti, cairan Prodestan yang menjadi bahan di bilik disinfektan mengandung zat kimia yang berefek negatif jika dipakai secara berlebihan.


“Saya khawatir, obat hewan kok untuk penyemprot manusia ya. Dosis dan aturan pakai (hewan) pasti beda dengan manusia. Kalau saya membaca zat kandungannya adalah benzalkonium chloride. Ini adalah bahan antibakteri dan antivirus yang cukup efektif, asalkan mengikuti aturan dosis yang ditetapkan untuk manusia yaitu tidak lebih dari 0,1 persen,” jelas Mangestuti.

Ditambahkan Mangestuti, benzalkonium chloride dapat dipakai sebagai disinfektan untuk membantu membunuh bakteri tertentu, misalnya dipakai sebagai pembersih lantai. Namun jika dipakai kepada manusia, sampai sekarang masih diteliti.

“Sebagai hand sanitizer sudah ada penelitian, tapi belum diketahui khasiatnya sebagai pembunuh virus. Tidak ada info (Prodestan) pemakaiannya sebagai penyemprot pada manusia,” tuturnya.

Karena itu Mangestuti khawatir, jika cairan Prodestan disemprotkan secara terus menerus kepada manusia akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan di kemudian hari. Apalagi bahan kimia itu memang tidak diperuntukan bagi manusia.

“Setahu saya memang tidak untuk disemprotkan kepada manusia,” tambahnya.

Secara umum, penyemprotan disinfektan ke tubuh dalam waktu yang lama dan berlebihan sangat berbahaya.

“Surat edaran Kemenkes tidak menganjurkan pemakaian dengan disemprotkan karena berbahaya untuk bagian-bagian tubuh tertentu termasuk mata,” urainya.

Karena itu Mangestuti menyarankan agar penggunaan disinfektan sesuai aturan pakai manusia, bukan aturan hewan.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi wabah Covid-19 sebenarnya cukup dengan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan. Di samping itu, masyarakat harus disiplin dalam menjaga sosial distancing.

“Jadi sebaiknya digunakan saja sesuai aturan pakai pada manusia ya. Tidak disemprotkan, apalagi kalau berkali kali. Pakailah produk yang sesuai saja untuk membersihkan rumah secara teratur, manusianya rajin cuci tangan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surabaya telah memasang sedikitnya 239 unit bilik disinfektan di sejumlah wilayah. Diduga penggunaan cairan Prodestan tidak hanya digunakan di bilik disinfektan Bandara Juanda Surabaya, tapi juga di ratusan bilik lainnya.

Adalah anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, yang kemudian menemukan penggunaan cairan Prodestan ini di bilik disinfektan di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (4/4).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkot Surabaya belum memberi keterangan terkait penggunaan cairan Prodestan bahan di bilik disinfektan yang disemprotkan ke manusia.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya