Berita

Program Lumbung Pangan/Net

Nusantara

Program Lumbung Pangan, Cara Muhammadiyah Bantu Warga Hadapi Covid-19

SABTU, 04 APRIL 2020 | 15:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Merebaknya wabah Covid-19 membuat perekonomian mengalami guncangan karena para pelaku usaha terpaksa menghentikan aktivitasnya.

Warga dengan kemampuan ekonomi lemah dan bekerja di sektor informal menjadi pihak yang paling terpukul dengan kondisi tersebut karena biasanya penghasilan mereka bersifat harian serta mengandalkan pergerakan di sektor lain.

Untuk mengantisipasi dampak Covid-19 bagi warga tersebut, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan, Kota Yogyakarta meluncurkan program Lumbung Pangan Warga Nitikan.


Program ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak langsung Wabah Covid-19 di Nitikan. Kampung Nitikan sendiri terletak di selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Umbulharjo, 5 KM jauhnya dari pusat Kota Yogyakarta.

Program Lumbung Pangan Warga Nitikan ini salah satunya berwujud penyaluran sembako (beras, minyak goreng dan bahan pokok lainnya) sejumlah 400 paket senilai masing-masing Rp. 100 ribu.

Paket bantuan sembako tersebut akan disalurkan kepada warga yang mayoritas kerja sebagai buruh harian, ojek online, pedagang kelontong, bakul pasar dan lansia.

Ketua Ranting Muhammadiyah Nitikan, Dwi Kuswantoro menyampaikan bahwa PRM Nitikan pada awalnya ingin membangun kesadaran warga terkait wabah Covid-19.

"Pada pertengan bulan Maret kami merasa bahwa wabah Covid-19 ini belum disadari betul oleh warga, sehingga kami mengumpulkan para ketua takmir masjid berjumlah 11 dan mushola 4 orang," katanya, Sabtu (4/4).

Hasil dari pertemuan tersebut adalah PRM meminta Lazismu dan Kokam Ranting Nitikan untuk membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan program pertama adalah edukasi kepada warga terkait krisis akibat wabah Covid-19, kemudian penyemprotan disinfektan terhadap masjid, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan rumah-rumah warga.

"Dari situ muncul kesadaran warga bahwa pandemi Covid-19 ini tidak main-main karena sampai perlu dilakukan penyemprotan disinfektan. Setelah penyemprotan dirasa cukup dan diserahkan kepada warga secara mandiri, selanjutnya kami memikirkan ketahanan sosial dan ekonomi warga yang diwujudkan dalam program Lumbung Pangan Warga Nitikan," ujarnya.  

PRM Nitikan berkolaborasi dengan masjid-mushola, RT-RW sampai pihak Pemerintah Kelurahan Sorosutan dalam melaksanakan program tersebut. Melalui program ini, PRM Nitikan ingin memastikan ada tempat penyediaan logistik pangan yang berkelanjutan dan terjangkau dari sisi akses serta harga yang di bawah pasar bagi warga yang masih mampu membeli.

Sementara pengadaan bahan makanan untuk program ini dipenuhi melalui Tokomu, yaitu toko milik Ranting Muhammadiyah Nitikan yang baru saja didirikan dua bulan lalu.  
 
Dalam teknis pelaksanaan program lumbung pangan warga ini dilaksanakan secara bersama-sama karena posisinya bisa di masjid dan RT-RW tetapi dalam satu koordinasi MCCC PRM Nitikan sehingga ini menjadi satu gerakan warga.

Dengan program ini, PRM Nitikan ingin mengantisipasi jangan sampai ada warga Nitikan yang karena terdampak wabah Covid-19 ini pekerjaan atau usahanya terhenti kemudian tidak punya uang sehingga tidak bisa makan.

"Di Nitikan selalu kami berkolaborasi antar PRM, masjid/mushola, RT-RW, pihak kelurahan saling memberikan dukungan, informasi sehingga menjadi kekuatan dakwah di akar rumput dan sudah menjadi kebiasaan di Nitikan untuk berderma serta saling membantu sesama warga," pungkasnya.

Sementara untuk mengimbangi program pemenuhan kebutuhan jasmani berupa bahan makan, PRM Nitikan juga berusaha memenuhi kebutuhan dan pembinaan sisi rohani dengan membuat program dakwah melalui media sosial yang dimiliki dan masjid melalui pengeras suara tanpa dihadiri oleh jamaah untuk mensiasati larangan berkumpul demi menghindari wabah Covid-19.

Sementara itu, Tim Media MCCC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, menambahkan, gerakan serupa juga dilakukan di Kampung Kauman, Yogyakarta.

Kampung yang merupakan cikal bakal lahirnya organisasi Muhammadiyah ini menggerakan solidaritas warga dengan mengumpulkan dan menyalurkan 300 paket sembako. Program ini bekerja sama dengan Takmir Masjid Gede Kauman dan Rukun Warga Kampung Kauman.

"Solidaritas antar masyarakat untuk mengurangi dampak langsung dari Covid-19 selanjutnya akan digerakkan oleh Muhammadiyah sebagai gerakan nasional di bidang sosial ekonomi," tutup Budi Santoso.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya