Berita

Penanganan pasien Corona/Net

Kesehatan

Tak Punya Alat Mumpuni, Realita Pasien Terpapar Corona Diyakini Lebih Banyak Dari Data Pemerintah

SABTU, 04 APRIL 2020 | 03:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jumlah masyarakat yang terpapar virus corona atau Covid-19 diyakini lebih besar dibanding data yang disampaikan pemerintah.

"Saya yakin yang disampaikan pemerintah masalah yang terpapar, yang sembuh itu realitanya tidak seperti itu. Di atas itu menurut saya. Faktanya di lapangan pasti lebih dari itu," ucap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/4).

Hal itu diyakini lantaran pemerintah Indonesia tidak memiliki alat tes massal yang akurat dan cepat.


"Pemerintah kan enggak punya alat dan mekanisme yang bisa dipertanggungjawabkan atau yang valid," sambung Yandri.

Sejauh ini, data yang disampaikan pemerintah dinilai hanya berasal dari pemantauan rumah sakit terhadap jumlah pasien positif, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

"Yang terpapar ataupun yang kena mungkin banyak juga yang enggak lapor. Atau yang terpapar menjadi carrier karena tidak merasa ada gejala, kan banyak juga mungkin," kritiknya.

"Pemerintah belum memperlihatkan gagasan yang konkret, sementara kita ini kan kurang tertib karena banyak kebutuhan dasar yang belum dipenuhi. Kalau ini tidak diatasi dengan serius, saya khawatir virus ini akan semakin parah walaupun harapan kita tidak (menyebar) ke mana-mana," pungkasnya.

Hingga Jumat (3/4), jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.986 kasus. Pasien sembuh sebanyak 134 orang, sedangkan kasus meninggal 181 orang.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya