Berita

Jubir penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Repro

Kesehatan

Perbanyak Laboratorium Covid-19, Pemerintah Ubah Perangkat Pemeriksaan TBC

JUMAT, 03 APRIL 2020 | 23:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan Coronavirus Disease (Covid-19), Achmad Yurianto menyatakan, pemerintah berencana menambah laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19.

Untuk mendukung pertambahan laboratorium tersebut, pemerintah mesti menambah perangkat yang dipakai untuk mendiagnosa Covid-19 ini.

Achmad Yurianto menyebutkan, salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan alat di sejumlah laboratorium tambahan tersebut, pemerintah akan mengandalkan perangkat diagnosa TBC.


"Sekarang ada 48 laboratorium. Dan kita akan menambah lagi dengan kemudian mengaktifkan alat diagnostik yang semula digunakan untuk TBC," ujar Achmad Yurianto di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (3/4).

Tapi, kata Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini, alat TBC tersebut mesti dikonversi atau diubah, agar bisa dipakai untuk mendiagnosa penyakit Covid-19.

"Namun perlu diperlukan beberapa konversi dari mesin dan setingannya," terang Achmad Yurianto.

Lebih lanjut, langkah ini merupakan upaya mempercepat pemetaan penyebaran virus corona di Indonesia. Hal ini pun nanti juga membantu pemerintah untuk menanggulangi pandemik yang bersifat global ini.

"Sehingga kita bisa memutuskan ini (rantai penularan) dan melakukan pencegahan secara maksimal. Oleh karena itu, kita akan memperbanyak lagi fasilitas penguji untuk pemeriksaan Covid," pungkas Achmad Yurianto.

Sebagai informasi, hingga Jumat (3/4) hari ini total kasus positif kembali bertambah sebanyak 1.986 orang. Kemudian untuk pasien positif yang berhasil sembuh sudah sebanyak 134 orang. Sementara pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 181 orang.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya