Berita

Presiden KSPI Said Iqbal/Net

Politik

Daripada Bahas RUU Ciptaker, Mending DPR Pikirin Nasib Buruh Yang Terancam PHK

JUMAT, 03 APRIL 2020 | 11:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang telah dilimpahkan untuk dibahas Badan Legislatif mendapat tentangan dari kaum buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai ada hal yang lebih urgent untuk dibahas oleh DPR ketimbang peraturan yang merugikan kaum buruh tersebut. Terlebih semua orang kni sedang fokus pada penanganan sebaran Covid-19.

DPR bersama pemerintah seharusnya lebih fokus memikirkan cara yang efektif dan cepat untuk mengatasi penyebaran virus corona. Salah satunya dengan meliburkan buruh dan tetap membayar upah penuh sebagai langkah social distancing.


“Sampai hari ini jutaan buruh masih bekerja di perusahaan, mereka terancam nyawanya,” ujarnya.

DPR, sambungnya, juga harus fokus memberikan masukan kepada pemerintah dengan melakukan fungsi pengawasan dan legislasi terhadap potensi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan terjadi akibat adanya pandemi corona dan pasca corona.

“Apa yang sudah dilakukan DPR, terhadap potensi puluhan bahkan ratusan ribu buruh yang terancam PHK tersebut? Ada apa dengan DPR, dalam situasi seperti ini kok malah ngotot membahas omnibus law?” kesalnya.

Said Iqbal sebelumnya sudah menegaskan akan menerjunkan 50 ribu buruh pada pertengahan bulan ini ke DPR RI. Tujuannya adalah untuk menolak pembahasan RUU Ciptaker di tengah pandemik Covid-19.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya