Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Waketum Gerindra: PSBB Tidak Tepat, Seharusnya Jokowi Kembali Ke Rencana Darurat Sipil

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak akan efektif karena aturan pemerintah soal penanganan Covid-19 belum tentu diikuti oleh kepala daerah dan masyarakat.

Begitu terang Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi kebijakan penanganan virus corona yang diambil pemerintah.

Menurutnya, PSBB juga tidak menampakkan keseriusan Presiden Joko Widodo dalam mengangani wabah mematikan asal Wuhan, China itu. Padahal dampak virus telah menjalar ke perekonomian nasional, terutama kepercayaan pasar modal dan investor.


Seharusnya, kata Arief, Presiden Joko Widodo mengambil langkah tegas menerapkan darurat sipil seperti yang pernah diwacanakan. Dengan penerapan itu, Arief yakin stabilitas akan tercipta.

“Darurat sipil yang paling tepat untuk memulihkan kepercayaan pasar dan menciptakan kedisplinan sosial untuk menanggulangi Covid-19,” tuturnya kepada redaksi, Kamis (2/4).

Darurat kesehatan, bagi Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu itu tidak tepat. Sebab penerapan itu hanya cocok untuk penyakit yang tidak berdampak masif terhadap hubungan sosial antar masyarakat, sehingga tidak punya dampak terhadap perekonomian nasional.

“Wong ini wabah penyakitnya sudah status pandemik dan berdampak terhadap perekonomian nasional dan masalah sosial di masyarakat kok,” sindirnya.

Untuk itu, dia mendesak Jokowi untuk kembali pada awal wacana menerapkan darurat sipil.

“Segera Joko Widodo berlakukan darurat sipil dan kendali operasi darurat sipil diserahkan ke TNI,” tutupnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya