Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Komisi IX: Rp 405,1 Triliun Bukan Angka Sedikit, Kawal!

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 15:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang tidak main-main. Sebesar Rp 405,1 triliun disiapkan pemerintah untuk stimulus di tengah wabah virus corona.

Anggaran sebesar itu akan menjadi sia-sia jika menyalurannya tidak tidak tepat sasaran. Untuk itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nabil Haroen mengingatkan agar pemerintah menetapkan prioritas dan langkah yang tepat.

"Rp 405,1 triliun ini bukan angka yang sedikit. Tapi uang berapa pun yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 juga akan sia-sia jika tidak ada prioritas, atau salah langkah," kata Nabil, dalam keterangannya, Rabu (1/4).


Ia memahami, pemerintah telah menghitung masak-masak dan mempertimbangkan banyak rujukan sebelum memutuskan kebijakan ini. Maka amat disayangkan bila semua sia-sia hanya karena tidak tepat sasaran.

Nabil mengingatkan, banyak negara-negara besar dan modern yang tumbang oleh wabah Covid-19 ini. Contohnya Italia. Maka, ia berharap Indonesia bisa memaksimalkan potensi tanpa harus tumbang.

Ia menyadari tantangan setiap negara berbeda, maka angka Rp 405,1 triliun itu telah dianggap logis sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

"Mereka punya tantangan besar, yang beda-beda tiap negara. Jadi angka Rp 405,1 itu angka logis, yang harus dikawal bersama agar manfaatnya maksimal," ujar Nabil.

Nabil menyatakan, Komisi IX DPR RI akan berkoordinasi dengan instansi dan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah terbaik dalam pengawalan anggaran itu. Indonesia saat ini berada pada situasi yang membutuhkan kecepatan gerak.

"Sekaligus pengawasan detail dan cermat agar anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini tepat sasaran," ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya