Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Repro

Nusantara

Permohonan Gubernur Ganjar: Tolong Jangan Tolak Jenazah Corona, Mereka Bukan Musuh Kita Kok

RABU, 01 APRIL 2020 | 20:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar masyarakat tidak menolak pemakaman jenazah positif virus corona atau Covid-19. Imbauan tersebut disampaikan setelah adanya penolakan di beberapa wilayah.

Menurut Ganjar, jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 atau berstatus orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) tidak akan membahayakan masyarakat sekitar pemakaman bila mengikuti prosedur yang ada.

"Penolakan jenazah Covid-19 ini mulai muncul di beberapa tempat. Tolong betul saya meminta, saya sudah tanya pada beberapa pakar, kalau itu sudah meninggal, terus kemudian prosedur SOP-nya sudah bagus semua, sudah dibungkus, itu tidak apa-apa. Yang penting anda enggak usah ikut melayat, ikuti prosedurnya," ucap Ganjar Pranowo dalam sebuah video yang beredar, Rabu (1/4).


Karena kata Ganjar, virus corona akan ikut mati di saat jenazah telah dimakamkan. Di sisi lain, penolakan warga justru akan menyakitkan hati keluarga korban Covid-19. Padahal, jenazah positif corona bukanlah musuh masyarakat.

"Stigmatisasi pada korban dan keluarganya, termasuk yang sudah meninggal pasti akan sangat sakit. Dua, masyarakat yang sudah terstigmasisasi itu akan ditolakkin di mana-dimana, kasihan dia, dia butuh dukungan, bukan musuh kita ko," terang Ganjar.

Karena kata Ganjar, banyak pasien positif Covid-19 juga dinyatakan sembuh. Sehingga politisi PDIP ini memohon agar masyarakat tidak menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 untuk menjaga perasaan korban dan keluarganya.

"Sakitnya seperti apa sih keluarganya, ngelihat mukanya enggak boleh, lihat mayatnya enggak boleh, orang tercintanya meninggal dan kemudian melayat juga enggak boleh, itu sudah sakit (perasaannya). Tolong jangan ditambah lagi perasaan sakitnya mereka. Kita dukung ya," pungkas Ganjar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya