Berita

Analis politik UNJ, Ubedilah Badrun/Net

Politik

Ubedilah Badrun: Partai Gelora Bisa Sia-sia Didirikan Jika Tidak Memiliki Diferensiasi

RABU, 01 APRIL 2020 | 20:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Gelora telah resmi mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai partai politik yang baru di dirikan.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) Ubedilah Badrun menilai, mendirikan partai politik di negara demokrasi seperti Indonesia tidak ada larangannya asal memenuhi syarat termasuk Anies Matta dan Fahri Hamzah.

Namun, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menilai adanya masalah yang tidak mudah saat situasi seperti ini untuk mendirikan partai. Apalagi kata Ubedilah, pendiri partai politik merupakan wajah lama yang berasal dari partai yang sudah ada.


Pendiri partai yang berasal dari wajah lama kata Ubedilah pun biasanya akan berhasil jika partai lama tersebut citranya sedang buruk.

"Tetapi partai lama yang ditinggalkan Anis Matta dan Fahri Hamzah yaitu PKS citranya sedang naik daun. Sebab PKS pada Pemilu 2019 mendapat suara 11.493.663 atau 8,21 persen suara. Sementara, perolehan suara partai ini pada 2014 sekitar 6,79 persen atau 8.480.204 suara," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/4).

Sehingga, Ubedilah menilai apa yang dilakukan oleh Anies Matta dan Fahri Hamzah akan sia-sia.

"Jadi apa yang dikerjakan Anis Matta dan Fahri Hamzah bisa sia-sia. Apalagi jika Partai Gelora ini tidak ada diferensiasinya," kata Ubedilah.

Namun demikian sambung Ubedilah, ambisi Anis Matta dan Fahri Hamzah harus diberi kesempatan lantaran membuat partai baru yang memiliki pengurus daerah di 34 Provinsi merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

"Dan itu artinya membutuhkan dana yang sangat besar agar punya cabang di tingkat kabupaten dan kecamatan agar bisa ikut pemilu pada 2024 mendatang," jelas Ubedilah.

Karena kata Ubedilah, membuat partai yang bisa ikut Pemilu membutuhkan biaya yang sangat besar.

"Maka dapat diasumsikan Anis Matta, Fahri Hamzah dkk memiliki financial capital yang besar. Kalau kekayaan mereka terbatas maka memungkinkan adanya analisis bahwa ada pemilik modal besar dibelakang Partai Gelora," pungkas Ubedilah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya