Berita

Menteri KKP Edhy Prabowo (kiri) melakukan video conference/Istimewa

Politik

Edhy Prabowo Optimis Indonesia Paling Siap Sediakan Pangan Pasca Serangan Corona

RABU, 01 APRIL 2020 | 19:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap optimisme ditunjukkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan tetap menggenjot produktifitas sektor perikanan meski saat ini tanah air sedang diserang wabah virus corona atau Covid-19.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bahkan mengklaim Indonesia menjadi negara yang paling siap menyediakan pangan, khususnya bidang perikanan.

"Produktivitas harus tetap digenjot. Karena bagaimana pun juga, selama maupun setelah Covid-19, orang butuh makan. Mudah-mudahan setelah pandemik ini, Indonesia adalah negara yang paling siap dalam menyediakan, menyiapkan pangan untuk masyarakatnya, khususnya di bidang perikanan," ujar Menteri Edhy dalam konferensi persnya melalui video conference seusai melepas ekspor hasil perikanan di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (1/4).


Edhy menjelaskan, sektor yang digenjot tidak hanya perikanan tangkap, tapi juga budidaya. Untuk perikanan budidaya, potensi panennya mencapai 240 ribu ton dalam kurun waktu April hingga Juni 2020. Rinciannya 100 ribu ton untuk potensi panen udang, dan sisanya untuk komoditas perikanan budidaya air laut dan tawar.

"Untuk perikanan tangkap juga terus berproduksi, namun angkanya belum bisa dipastikan karena itu tergantung hasil tangkapan. Beda dengan sektor budidaya yang memang bisa dihitung," tambahnya.

Oleh karena itu, KKP menyiapkan langkah-langkah agar hasil produktivitas nelayan maupun pembudidaya nantinya dapat terserap. Diantaranya dengan menggandeng kementerian lain hingga penyiapan gudang berpendingin (cold storage).

"Kalau kita lihat, Kemensos punya anggaran (bantuan pangan nontunai). Kami sudah berkoordinasi dan tinggal teknisnya seperti apa," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya