Berita

Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj/Net

Nusantara

Larang Warga Tolak Jenazah Korban Covid-19, Begini Penjelasan Lengkap Kiai Said Aqil

RABU, 01 APRIL 2020 | 19:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jenazah pengidap virus corona mendapatkan perlakuan diskriminatif lantaran tidak boleh disholatkan maupun dikuburkan di tempat biasa lantaran masyarakat takut tertular wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj menyampaikan hukum seorang muslim dan mukmin fardhu kifayah terhadap saudaranya semuslim untuk mengafani, memandikan, menyolatkan dan menguburkan.

“Jadi seorang muslim itu akan tampak terhormat dilihat ketika hidup dan meninggalnya. Kalau ada saudara kita meninggal kita tidak menyolatkan, mengafani, menguburkan itu dosa daerah itu dilaknat oleh Allah,”  kata Kiai Said kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/4).


Namun demikian, apa yang dijabarkannya itu dalam keadaan normal. Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Sunan Ampel ini mengatakan, dalam keadaan darurat seperti saat ini, agama memberikan toleransi.

Toleransi yang dimaksud Kiai Said adalah pihak rumah sakit menjelaskan jenazah mengidap sakit apa yang diderita dan seberapa besar bahayanya bagi masyarakat.
“Kalau dalam keadaan seperti ini, juga ada kewajiban kita, tapi harus dengan petunjuk rumah sakit, ya harus safety lah. Kan dibungkus dulu pakai plastik tapi kita wajib menyolati, akan gugur dosa kita semua,” paparnya.

Pria Kelahiran Cirebon ini menambahkan, masyarakat harus menaruh hormat kepada jenazah dengan menyolatkan dan juga mengantarkan mereka ke liang lahat.

“Kita harus tunjukkan rasa hormat kita terhadap jenazah-jenazah itu, tafakur, jangan seakan-akan dibenci, dihindari. Kalau ada muslim yang meninggal dunia harus menyampaikan rasa hormat kita,” katanya.

Kiai Said mengimbau kepada masyarakat agar tidak memperlakukan jenazah muslim akibat penyakit corona secara berlebihan dengan tidak menyolati atau ditolak dan tidak menguburkan.

“Tidak boleh menolak jenazah, bagaimana kalau itu terjadi kepada kita? Naudzubillah,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya