Berita

Bupati Ngawi Budi Sulistyono/RMOL

Nusantara

Lima Ribu Warga Ngawi Perantauan Berstatus ODR Covid-19

RABU, 01 APRIL 2020 | 17:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah daerah (Pemkab) Ngawi menggandeng stakeholder terkait terus memantau warganya yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri. Tujuannya memantau perkembangan dari penyebaran virus corona (Covid-19).

Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyebutkan hingga saat ini ada sekitar 5 ribu lebih warganya yang merantau di luar daerah pulang kampung.

“Pemerintah daerah sangat menyadari dan mengerti betul kehadiran para perantau yang kembali ke Ngawi dengan sesuatu hal terkait ekonomi. Hanya saja mereka semua harus iklas apabila statusnya menjadi ODR (orang engan risiko) yang artinya mereka rentan tertular dari virus corona. Apalagi tempat kerjanya ada di zona merah,” jelas Kanang -sapaan akrab Budi Sulistiyono-, Rabu, (1/4).


Untuk itu ia meminta ketika pulang ke kampung halamanya segera memberitahukan kepada perangkat desa yang diteruskan ke petugas medis/kesehatan untuk dilakukan pendataan.

Kanang meminta warganya untuk melakukan isolasi mandiri selama dua minggu atau 14 hari bersama seluruh keluarganya yang ada dirumah. Jangan sampai selama isolasi melakukan interaksi sosial dengan warga masyarakat lainya.

“Makanya semua pihak harus hati-hati betul mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran virus corona ini. Dan di Ngawi sendiri sampai sekarang belum dilakukan karantina atau isolasi daerah. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah warga yang baru saja datang dari zona merah termasuk para pedagang,” bebernya.

Diakuinya, untuk skema pasar ia berjanji akan melakukan pendataan terhadap pedagang yang notabene berasal dari wilayah yang terdampak pandemi virus corona.

Termasuk mengurangi intensitas dari pedagang itu sendiri bahkan kalau perlu stok barang dagangan pun akan diambil sebagai bagian dari strategi perang melawan virus corona.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Yudhono menyebutkan hingga saat ini ada 5 warga di wilayahnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Hanya saja 4 pasien lainya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah dari perawatan di RSU Soedhono Madiun.  Sedangkan 1 pasien yang diketahui masih balita masih dalam perawatan tim medis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya