Berita

Politisi PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Jokowi Gelontorkan Rp 405,1 Triliun Atasi Covid-19, PKS: Jika Tidak Jelas Prosedurnya Akan Mubazir

RABU, 01 APRIL 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengapresiasi langkah pemerintah dengan menggelontorkan dana Rp 405,1 triliun untuk penanggulangan wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

Namun demikian, dia menitikberatkan dana tersebut harus tepat sasaran agar tidak sia-sia dalam mengalokasikannya.

“Jika tida jelas prosedur dan kriterianya akan mubazir,” ujar Mardani kepada wartawan, Rabu (1/4).


Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS ini juga menyoroti perihal insentif tahap satu sebesar Rp 10 triliun yang ditujukan untuk perusahaan penerbangan. Menurutnya, hal itu tidak tepat sasaran.

“Insentif tahap satu Rp 10T yang ditujukan untuk perusahaan penerbangan tidak tepat. Insentif kedua dengan memberi diskon Rp 2.5 T untuk belanja UMKM juga tidak pas,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang utama bukanlah menjaga daya beli masyarakat melainkan memberi lapisan paling bawah di kota-kota termasuk pekerja informal seperti pedagang asongan, hingga pekerja rumahan yang sangat berat sekarang ini serta daerah terdampak pandemik untuk diberikan Bantuan Tunai Langsung.

“Mereka perlu dengan sembako dan pengusaha UMKM untuk overhead coat dan gaji pegawai. Semua berat karena itu insentif pemerintah mesti tepat sasaran,” paparnya.

Mardani juga meminta DPR agar dapat mengawasi dengan penuh pelaksanaan insentif pemerjntah tersebut dengan membuka posko pengaduan dan bersama pemerintah agar dana ratusan triliun rupiah itu sampai kepada masyarakat kelas bawah.

“Basis BLT jangan melulu menggunakan data kemensos tapi ada banyak pekerjan informal diatas yang tidak masuk dalam data penduduk miskin sekarang jatuh miskin karena tidak ada penghasilan,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya