Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono/Net

Presisi

Sebanyak 1.550 Siswa Setukpa Polri Ikut Rapid Test, 300 Positif, 1.250 Negatif

RABU, 01 APRIL 2020 | 14:17 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Seluruh siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri yang berjumlah 1.550 menjalani rapid test (tes massal) Corona Virus Disease (Covid-19). Hasilnya, sebanyak 300 siswa dinyatakan positif Covid-19.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, saat ini ke 300 siswa tersebut telah menjalani isolasi mandiri di Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol), Sukabumi, Jawa Barat.

“Sebanyak 300 siswa melakukan isolasi mandiri dan diberikan suntik vitamin C serta melakukan olah raga ringan, dan dilakukan rontgen,” kata Argo di Setukpa Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4).


Argo menambahkan, ke-300 kondisi siswa yang dinyatakan positif itu saat ini dalam keadaan baik, di mana hasil rontgen menunjukan tidak ada kerusakan pada paru-paru.

Kendati demikian, untuk lebih memastikan 300 siswa itu benar-benar terinsfeksi virus mematikan ini perlu dilakukan tes "swab" di laboratorium.

Sementara, sambung Argo, siswa lainnya yang berjumlah 1.250 dinyatakan negatif telah dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk melaksanakan cuti dan tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda masing-masing siswa didik dengan pengawasan.

“(Yang negatif) melaksanakan cuti dan mereka tetap menjalankan isolasi mandiri yang dilaksanakan di SPN Jajaran selama 14 hari kedepan,” jelas Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan, awalnya sebanyak tujuh siswa yang lebih dulu dinyatakan positif dari hasil rapid test. Mereka, kata Argo mengeluh demam kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sampai saat ini perkembangannya sangat bagus,” pungkas Argo.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya