Berita

Pasien corona/Net

Dunia

Menyibak Sistem Kesehatan Mutakhir Barat Yang Nyatanya Tak Bisa Atasi Corona

RABU, 01 APRIL 2020 | 13:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika jumlah infeksi virus corona baru atau Covid-19 terus merajalela, sistem kesehatan terbaik di dunia pun tidak ada yang bisa menyanggupi.

Para ahli mengatakan, sistem rumah sakit utama Eropa yang diakui kehebatannya pun ternyata tidak bisa menangani wabah karena kurangnya pengalaman dalam hal mengatasi epidemi.

Padahal, sebelum pandemik corona, dunia sudah mengalami berbagai pandemik lainnya, termasuk Flu Spanyol.


"Ketika anda menderita kanker, anda ingin berada di rumah sakit Eropa. Tapi Eropa belum memiliki wabah besar dalam lebih dari 100 tahun, dan sekarang mereka tidak tahu harus berbuat apa," ujar Kepala Operasi Covid-19 di Belgia, Brice De le Vingne seperti dimuat AP.

Menurut De le Vingne, pendekatan Eropa untuk memerangi corona pada awalnya terlalu lemah dan kurang. Itu adalah kesalahan yang sangat fatal yang membuat Eropa saat ini menjadi pusat penyebaran virus di dunia.

Di Italia, pasien yang telah dinyatakan positif corona pada awalnya hanya melakukan karantina mandiri dan dicek secara berkala menggunakan panggilan telepon.

Hal yang sama juga terjadi Amerika Serikat hingga akhirnya negeri Paman Sam tersebut menjadi negara paling terinfeksi di dunia.

Spanyol dan Inggris juga pada awalnya tidak gencar melakukan tracing terhadap siapa saja yang berpontensi terinfeksi.

Pada akhirnya, pandemik corona telah menyibak sebuah fakta di mana terdapat masalah dalam sistem kesehatan negara-negara maju.

Setidaknya itu yang digambarkan oleh para dokter di Bergamo, episentrum corona di Italia dalam sebuah artikel di jurnal NEJM Catalyst Innovations in Care Delivery .

"Sistem kesehatan Barat telah dibangun di sekitar konsep perawatan yang berpusat pada pasien, tetapi epidemi membutuhkan perubahan perspektif terhadap perawatan yang berpusat pada masyarakat," catat mereka.

Dalam hal konsep tersebut, mereka mengungkapkan, rumah sakit-rumah sakit dengan model kesehatan masyarakat berada di Afrika dan sebagian Asia yang kerap memiliki jumlah pasien yang lebih banyak.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya