Berita

Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo/Net

Politik

PSBB, Lockdown, Dan Darurat Sipil Akan Percuma Jika Jumlah Tes Covid-19 Minim

RABU, 01 APRIL 2020 | 09:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah harus lebih fokus pada penanganan bidang kesehatan dalam menangani wabah Covid-19. Setidaknya ada dua hal super krusial yang menurut Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad H Wibowo harus dituntaskan pemerintah.

“Pertama pemutusan transmisi (penularan) SARS-CoV-2, dan kedua perawatan kesehatan bagi pasien Covid-19,” kata Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/4).

Ekonom senior dari Indef ini menilai bahwa sebenarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan karantina wilayah memiliki tujuan yang sama, memutus transmisi virus dengan cara merampas hak penduduk berinteraksi. Bedanya, kata Dradjad, virus ini lebih pada skala perampasan hak serta pada kewenangan versus kewajiban negara.


“Keduanya bisa jebol jika ada satu saja titik lemah dari sudut kesehatan. Darurat sipil pun sama,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, Dradjad menilai bahwa deteksi dini yang dilanjutkan dengan isolasi pasien dan identifikasi atau isolasi kontak merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memutus transmisi virus.

“Oleh karenanya, jumlah tes SARS-CoV-2 harus dilipatgandakan secepat mungkin. Per senin 30 Maret, jumlah tes di Indonesia masih sangat sedikit, baru 6.534,” urainya.

Menurutnya, penerapan PSBB, karantina wilayah atau lockdown, bahkan darurat sipil akan sulit berhasil jika jumlah tes korona sangat minim.

“Penyebabnya, banyak kasus positif yang tidak terdeteksi yang bisa menularkan virus, minimal ke keluarga dan tetangganya,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya