Berita

Waketum Golkar Hetifah Sjaifudian/Net

Politik

Penyaluran Jaminan Sosial Rp 110 T Harus Ekstra Cepat Dan Tepat

RABU, 01 APRIL 2020 | 08:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah Presiden Joko Widodo menggelontorkan dana jaminan sosial (social safety net) sebesar Rp 110 triliun untuk masyarakat  dalam menanggulangi dampak ekonomi dari merebaknya Covid-19 mendapat apresiasi dari partai pendukung.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mengapresiasi lantaran anggaran itu akan ditujukan untuk program keluarga harapan, kartu sembako, dan subsidi listrik. Dia berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi rakyat kecil.

“Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Pembatasan berbagai macam kegiatan sejak beberapa waktu lalu sudah mulai terasa dampak ekonominya, terutama bagi masyarakat di lapisan terbawah. Perlu segera ada bantuan konkret dari pemerintah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4).


Wakil Ketua Komisi X DPR itu menyampaikan, baik RT maupun RW harus melakukan pendataan secara rinci agar bantuan tersebut tepat sasaran dan diberikan langsung kepada yang benar-benar membutuhkan.

“Jangan sampai ada warga yang membutuhkan tapi tidak terdaftar. Jenis bantuan harus sesuai dengan kebutuhan tiap individu yang berbeda-beda,” ucapnya.

Selain tepat guna dan tepat sasaran, Hetifah juga menekankan pentingnya bantuan ini disalurkan tepat waktu. Ini lantaran bantuan tersebut sangat urgent untuk segera sampai di tangan yang membutuhkan, karena itu esensial bagi mereka untuk melanjutkan kehidupannya.

“Banyak yang bergantung dengan upah harian dan sekarang tidak punya penghasilan lagi,” jelasnya.

“Saya harap semuanya bekerja ekstra cepat dari proses pendataan, perencanaan, hingga penyaluran. Jangan sampai masalah birokrasi menghambat penyaluran bantuan,” demikian Hetifah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya