Berita

peneliti ICW, Wana Alamsyah/Net

Politik

Gagap Tangani Covid-19, Pemerintah Malah Ciptakan 2 Masalah

SELASA, 31 MARET 2020 | 16:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat ada 2 permasalahan yang muncul akibat kegagapan pemerintah dalam menangani pandemik virus corona atau Covid-19.

"Dengan tidak jelasnya arah pemerintah dalam menanggulangi pandemik ini muncul dua permasalahan," terang peneliti ICW, Wana Alamsyah, melalui keterangannya, Selasa (31/3).

Pertama, kata Wana, pemerintah tidak transparan dan tidak konsisten dalam memberikan informasi kepada masyarakat.


"Satu contoh yang nyata adalah ketika pasien Covid-19 asal Cianjur yang meninggal beberapa waktu lalu. Informasi yang diberikan oleh Jurubicara Gugus Tugas Covid-19 menyatakan bahwa pasien tersebut negatif corona. Namun informasi tersebut beberapa waktu kemudian dibantah oleh Gubernur Jawa Barat yang menyatakan bahwa pasien tersebut meninggal karena positif Covid-19," jelas Wana.

Permasalahan kedua yang diakibatkan gagapnya pemerintah menangani Covid-19 ialah terkait dengan pengalokasian anggaran.

Menurut Wana, sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemik oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pemerintah Indonesia tidak segera melakukan mitigasi risiko terhadap potensi masuknya virus tersebut dengan cara merealokasi anggaran.

"Padahal realokasi anggaran dapat berpengaruh besar apabila Indonesia menerapkan karantina wilayah. Terdapat sejumlah mata anggaran yang dapat direalokasi untuk menangani Covid-19," kata Wana.

Dengan demikian, lanjut Wana, ICW mendesak pemerintah untuk segera melakukan realokasi anggaran dari berbagai sumber yang ada.

"Anggaran yang ada seperti pemindahan ibukota, infrastruktur, dan paket kebijakan pariwisata dialihkan untuk penanganan Covid-19 seperti penyediaan APD untuk tenaga kesehatan dan alat uji Swab bagi masyarakat," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya