Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jeritan Penderitaan Rakyat

SELASA, 31 MARET 2020 | 12:07 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM bersama menghadapi pagebluk wabah virus corona, beberapa sahabat menyampaikan pesan demi menyadarkan sanubari dan nurani saya mengenai keutamaan kemanusiaan sebagai ungkapan kepedulian terhadap sesama manusia, terutama kaum papa dan miskin yang makin menderita di tengah kemelut prahara multi-dimensional masa kini.

Sandyawan Sumardi


Pejuang kemanusiaan yang saya paksa menjadi mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi menyampaikan pesan:


“Maaf Pak Jaya.. ini "Rumah Solidaritas Kemanusiaan Warga Jakarta" benar-benar sedang kewalahan. Banyak permintaan bantuan mulai dari sembako, masker, hand sanitizer sampai poster melawan Covid-19. Subyek sasaran bantuan kami sejauh ini adalah beberapa komunitas kampung urban, pekerja ojek online dan ojek pangkalan, pemulung, tukang koran, para warga terlantar, pedagang kaki lima sederhana, para tenaga medis klinik kesehatan di beberapa daerah (sampai jember), juga Persatuan Pasien Cuci Darah Indonesia (PCDI) serta Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI)”.

Suryo Prabowo

Mantan Wakil Gubernur Timor Timur, Letjen TNI Purnawirawan penerima anugerah Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama merangkap mahaguru berpikir jujur saya, Suryo Prabowo menyampaikan pesan:

“Mau perintahkan lockdown kek, mau karantina wilayah kek, atau mau darurat sipil kek, silakan aja, yang penting keputusan pemerintah itu ditujukan bukan untuk memperkuat kekuasaan. Tapi demi kesejahteraan rakyat kecil. Mereka yang berkerja sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa mampu menabung itu TIDAK CUKUP hanya di dukung SEMBAKO saja. Mereka juga butuh uang untuk mbayar listrik, mbayar iuran bpjs, mbayar restribusi, mbayar kontrakan, nyicil hutang, beli deterjen dan sabun mandi, beli masker dan mbayar keperluan lainnya selain makan. Sampai sekarang ini (31/3) mereka sudah semingguan gak bisa apa-apa baik dirumah aja atau pun mencari uang dan makan. Mereka meski (hanya) rakyat kecil itu juga butuh uang, makan dan harga diri. Mereka tidak bisa hidup hanya dengan rebahan di dalam rumah aja”.

Aylawati Sarwono

Direktur Utama MURI merangkap pembina seni-tari tradisional nusantara serta pemerhati kemanusiaan, Aylawati Sarwono langsung mewujudkan pesan kemanusiaan Sandyawan Sumardi dan Suryo Prabowo menjadi langkah kenyataan dengan memaklumatkan gerakan menghimpun donasi amal masyarakat untuk membeli masker, hand-sanitizer, busana pelindung tubuh, produksi swadaya masyarakat Indonesia untuk disumbangsihkan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Terima kasih tak terhingga kepada para tokoh dermawan yang tidak mau disebut namanya telah menyampaikan donasi kemanusiaan. Bagi yang tergerak lubuk sanubarinya untuk mendukung gerakan sumbangsih kemanusiaan bagi rakyat miskin yang sedang menderita akibat musibah virus Corona dapat langsung menghubungi sekretariat Gerakan Kemanusiaan #MURIuntukIndonesia melalui nomor telpon selular 081881885 atau www.muri.org.

Pancasila

Memang di tengah gonjang-ganjing wabah penyakit menular yang paling menderita adalah kaum miskin. Maka marilah kita bersama peduli Jeritan Penderitaan Rakyat akibat pagebluk wabah virus corona untuk kemudian bukan hanya menghafal Pancasila agar kita diakui atau mengaku sebagai Pancasilais.

Marilah kita secara nyata mewujudkan Pancasila terutama sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan.

InsyaAllah, bangsa Indonesia segera berkenan melupakan segala perbedaan pendapat apalagi kebencian terhadap sesama bangsa sendiri, untuk bergotong-royong dengan kemampuan masing-masing yang saling beda satu dengan lain-lainnya berbhinneka tunggal ika menjalin persatuan dan kesatuan kekuatan lahir-batin dalam perjuangan bersama melawan angkara murka pagebluk virus corona. Amin.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya