Berita

Presiden Brasil Jair Bolsonaro/Net

Dunia

Kritisi Karantina WiIayah, Bolsonaro Sebut Pengangguran Bisa Picu Kekacauan

SELASA, 31 MARET 2020 | 10:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali mengkritisi upaya karantina yang menyebabkan hilangnya pekerjaan bagi banyak orang.

Dalam sebuah wawancara di televisi pada Senin (30/3), Bolsonaro mengatakan tidak boleh ada lagi tindakan karantina yang dilakukan karena orang miskin telah menderita secara tidak adil.

"Anda tidak dapat memaksakan karantina lebih dari yang sudah ada," ujar Bolsonaro seraya mengungkapkan banyak warga yang bertanya kepadanya kapan mereka bisa kembali bekerja.


Pernyatan Bolsonaro sendiri seakan menjadi kritikan dari imbauan Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mendetta yang mendesak warga Brasil untuk menerapkan social distancing guna menghentikan penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Sebelumnya, dimuat Reuters, Bolsonaro juga berselisih dengan para pemerintah negara bagian yang memberlakukan karantina wilayah.

Menurut Bolsonaro, para gubernur di sana adalah para pembunuh-pekerjaan. Ia juga merasa, demokrasi dapat berisiko jika karantina diterapkan.

"Ketika situasi menuju kekacauan, dengan pengangguran dan kelaparan massal, itu adalah lahan subur bagi sebagian orang untuk mengeksploitasi, mencari cara untuk meraih kekuasaan dan tidak pernah meninggalkannya," kata Bolsonaro.

Menurut data dari Johns Hopkins, jumlah infeksi corona di Brasil saat ini, Selasa (31/3) sudah mencapai 4.630 kasus.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya