Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Terapi-Kejut Corona

SENIN, 30 MARET 2020 | 16:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MELIHAT umat manusia tetap gigih merusak lingkungan hidup planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya ini maka Yang Maha Kuasa memberikan schock-therapy demi menyadarkan umat manusia untuk kembali ke jalan yang benar. Prahara wabah global virus Corona merupakan terapi-kejut demi menggugah kesadaran umat manusia untuk segera menghentikan segenap angkara murka terhadap lingkungan hidup marcapada abad XXI demi membangun masa depan yang lebih baik.

Emisi CO2

Hasil terapi-kejut Corona sudah mulai tampak. Akibat berkurangnya jumlah penerbangan di seluruh planet bumi, maka berkurang pula kerusakan udara di angkasa planet bumi. Kadar emisi CO2 merosot drastis.


Pencemaran udara di Spanyol dan Italia turun sampai 50%. Akibat berkurangnya jumlah turis berduyun-duyun mengunjungi Venezia, para gondola berhenti lalu-lalang sehingga air kanal di Venezia menjadi jernih serta merta ikan-ikan kembali sudi berenang di dalamnya.

Polusi udara yang setiap tahun membinasakan jutaan manusia, seolah sedang cuti panjang. Langit di atas kota Beijing dan Shanghai yang biasanya berwarna kelabu kini berwarna biru. Sementara warna hijau mulai kembali mendominir hutan-hutan yang mulai berhenti ditebang dengan mesin-mesin bertenaga minyak bumi.

Kesadaran Peradaban

Di Singapura, barisan bebek dengan anak-anaknya gembira berkeliaran di kawasan pusat keramaian di dekat monumen Singa-Duyung. Burung-burung mulai kembali gembira berkicau di berbagai pelosok kota Jakarta yang biasanya bebas burung akibat para burung tidak tahan menghirup udara kotor ibukota Indonesia.

Insya Allah, segenap fakta kepulihan kebersihan dan kesehatan udara di segenap pelosok planet bumi termasuk Amerika Serikat itu mampu menyadarkan Donald Trump dan para pemujanya untuk sudi kembali bergabung ke gerakan global membenahi kerusakan lingkungan hidup akibat Climate Change.

Perubahan iklim bukan sebagai proses alamiah namun akibat angkara murka umat manusia sengit bersaing memuaskan syahwat kapitalisme dan konsumtifisme melalui industrialisasi membabi-buta-tuli merusak lingkungan hidup di planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya ini. Tanpa sadar, umat manusia sedang melakukan gerakan bunuh diri dengan merusak lingkungan hidup mereka sendiri.

Insya Allah, umat manusia sudi bersatupadu dalam upaya mewariskan planet bumi dalam kondisi segar-bugar dan sehat-walafiat kepada anak-cucu umat manusia di masa depan.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya