Berita

Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo/Istimewa

Kesehatan

Imam Prasodjo: Pencegahan Covid-19 Tidak Hanya Saling Mengingatkan, Tapi Aksi

SENIN, 30 MARET 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peran serta masyarakat dalam mencegah penularan virus corona atau Covid-19 menjadi hal yang wajib.

Tak hanya sekadar saling mengingatkan, masyarakat perlu sama-sama melakukan aksi nyata memerangi virus yang telah merenggur seratusan nyawa di Indonesia ini.

"Tidak hanya berbicara, tetapi kita diminta demi kelangsungan hidup bersama agar kita bisa melakukan aksi," kata Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (30/3).


Selain itu, ada tiga hal yang perlu dilakukan masyarakat. Pertama, menjaga diri dari penularan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Seperti social distancing, phisycal distancing dan sepf isolated.

"Kita menghadapi virus corona yang begitu dahsyat menyebar dan bisa melumpuhkan semua kehidupan masyarakat, sistem kesehatan kita, para dokter kita, perawat kita itu bisa menjadi kewalahan," ungkap menantu begawan ilmu politik Mariam Budiardjo ini.

"Oleh karena itu satu-satunya jalan yang harus dilakukan adalah bagaimana kita mencegah penyebaran ini," sambungnya.

Selain itu, Imam Prasodjo juga meminta seluruh pihak turut memberikan donasi peralatan medis kepada tenaga kesehatan di Indonesia. Upaya ini mesti dilakukan secara gotong royong, antara pemerintah dan masyarakat.

"Oleh karena itu, tidak hanya tugas pemerintah untuk memberikan alat pelindung diri yang secukupnya kepada para dokter, pada perawat dan bahkan para petugas kebersihan, yang ada di rumah sakit rumah sakit," ujarnya.

Poin terakhir ialah bertenggang rasa antarsesama masyarakat. Menurut Imam Prasodjo, langkah ini mesti dilakukan di tengah kondisi krisis corona ini. Sebab, ada masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidup melalui pendapatan harian.

"Saatnya sekarang kita mengumpulkan di setiap kampung, kumpulkan sembako, apa saja yang bisa kita berikan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Tanpa solidaritas itu yang dibangun, maka akan jatuh juga korban-korban lain berupa kelaparan," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya