Berita

Petugs medis menggunakan alat pelindung diri/Net

Politik

PKS: Pemerintah Harus Dengar Ultimatum Pahlawan Medis, Kami Sedih Dan Trenyuh

MINGGU, 29 MARET 2020 | 14:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ultimatum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama organisasi profesi kesehatan lain lewat surat terbuka yang meminta jaminan pemenuhan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis yang menangani Covid-19 harus ditanggapi serius oleh pemerintah.

Sebab ultimatum tersebut merupakan cerminan kegelisahan dan realitas minimnya APD tenaga medis di berbagai rumah sakit.

"Kami sedih dan trenyuh membaca surat tersebut. Kami yakin tidak niat sedikitpun dari para dokter dan tenaga medis untuk lari dari medan juang kemanusiaan. Tapi  permintaan dan harapan mereka untuk mendapat APD yang mencukupi sangat rasional dan manusiawi," kata Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).


"Mereka pahlawan bagi kita semua, taruhannya nyawa jika mereka tidak terlindungi yang berdampak pula pada keberlangsungan perawatan pasien Covid-19," sambungnya.

Respons pemerintah harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi berdasarkan kalkulasi kebutuhan APD tenaga medis. Distribusi penyediaan APD juga harus disertai protokol dan SOP yang ketat agar tidak ada lagi rymah sakit yang kehabisan stok.

"Pemerintah tidak bisa gunakan pola kerja standar. Respons cepat sangat dibutuhkan. Galang semua potensi dari pengusaha, swasta, dan masyarakat bahkan bantuan internasional untuk memenuhi kebutuhan APD bagi RS dan tenaga medis," terangnya.

Di sisi lain, PKS sendiri sudah menyalurkan bantuan APD melalui PB ID dan PPNI yang bersumber dari pemotongan gaji anggota Fraksi PKS pada Kamis (26/3). Kebijakan pemotongan gaji untuk APD ini juga diikuti seluruh anggota DPRD PKS dan disalurkan langsung ke rumah sakit di berbagai daerah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya